Kab. Bandung Qjabar-Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) atas peran, kontribusi, dan kepedulian yang tinggi dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Penghargaan ini diberikan dalam rangka apresiasi terhadap peran penting para Bunda PAUD dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Indonesia.

“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas anugerah luar biasa ini. Saya tidak menyangka mendapat apresiasi ini. Terima kasih kepada Kemendikbud yang telah memberikan apresiasi luar biasa ini,” ujar Emma saat menerima penghargaan ini pada Rabu (08/11/2023).

Dalam pidatonya, Emma mengungkapkan harapannya agar Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dapat menciptakan suasana belajar yang positif dan berkesan bagi anak-anak. Ia menekankan pentingnya memberikan dasar yang kuat, yang mencakup aspek kognitif, emosional, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan berbagai aspek penting lainnya kepada anak-anak usia dini.

“Kami akan terus berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan efektif untuk anak-anak usia dini. Sehingga ketika masuk ke jenjang SD, anak-anak usia dini dapat terus memiliki suasana belajar yang menyenangkan dan positif,” ujar Emma.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun kemampuan dasar literasi dan numerasi mulai dari pendidikan anak usia dini, tetapi dengan pendekatan bertahap dan bermain. Oleh sebab itu, Emma melakukan sejumlah terobosan dalam mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, di antaranya:

1. Menghilangkan tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru pada pendidikan dasar (SD/MI);
2. Menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama;
3. Menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak yang dibangun secara kontinu dari PAUD hingga kelas dua pada pendidikan dasar.

Menurutnya, kesiapan anak-anak ke sekolah adalah sebuah proses bukan hasil.

“Sejatinya, kemampuan fondasi adalah hak setiap anak. Setiap anak memiliki hak untuk dibina agar mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, bukan hanya kognitif melainkan juga kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya,” tutur Bunda PAUD Tingkat Nasional itu.

Sumber : (Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)

 

Reporter : Yun.s

 

 

By admin

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *