Kab.Tasikmalaya Qjabar – Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., melaksanakan Jiyarotusyusyukh atau ziarah kepada para ulama dalam rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).
Memasuki hari ketiga rangkaian kegiatan, ziarah dilakukan di tiga lokasi bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan Islam dan kehidupan pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.
Ketiga lokasi tersebut meliputi makam Abah Sepuh di Pondok Pesantren Suryalaya, makam Syekh Akbar Abdul Fatah di Pesantren Idrisiyyah, Kecamatan Cisayong, serta makam KH. Ahmad Syahdili di Kikisik, Kecamatan Sukaratu.
Kegiatan ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, serta kontribusi para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun tradisi keilmuan di tengah masyarakat.
Baca juga:Kadin Kabupaten Bandung Kembali Satu, Bupati KDS Tantang Undang Investasi dan Lapangan Kerja
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama terdahulu, Jiyarotusyusyukh juga menjadi pengingat bagi generasi penerus agar senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman, akhlak, serta semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.
Warisan keilmuan dan keteladanan para ulama diharapkan terus hidup dan menjadi pedoman bagi para santri dalam menghadapi perkembangan zaman, sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri.
Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga momentum untuk memperkuat peran pesantren, santri, dan ulama dalam kehidupan sosial, keagamaan, serta pembangunan daerah.
Baca juga:Sukseskan MBG, Wabup Bandung Dorong Kolaborasi dan Pengawasan Berkelanjutan
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tasikmalaya, para Asisten Daerah, Staf Ahli, kepala SKPD, kepala bagian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya beserta jajaran, pimpinan BUMD, Tim Pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP), organisasi keagamaan, serta tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, semangat menghormati ulama dan meneruskan perjuangan mereka diharapkan terus tertanam dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan santri di Kabupaten Tasikmalaya.
Reporter: Kus




