Kab.Ciamis Qjabar – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar dalam menggerakkan perekonomian lokal, khususnya di sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional tersebut, SPPG Kertamandala Kecamatan Panjalu kabupaten Ciamis menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dengan memberikan peluang kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan dapur MBG. Selasa 16 Desember 2025.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Tim SPPG Kertamandala, UPTD Pertanian Kecamatan Panjalu, kepala desa, para kader, petani, peternak, serta pelaku UMKM. Dalam kesempatan itu, masyarakat diberikan pemahaman terkait mekanisme kerja dapur MBG sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan oleh warga, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga keterlibatan langsung dalam operasional dapur.
Baca juga:Launching SPPG Golat Salurkan Program Makan Bergizi Gratis Kepada 1.193 Penerima Manfaat
Dari sisi sumber daya manusia, keberadaan dapur MBG membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Setiap dapur MBG mampu menyerap sekitar 50 tenaga relawan, sehingga memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Selain itu, program MBG juga dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor pertanian dan UMKM. Melalui kerja sama yang baik antara dapur MBG, pemerintah desa, serta para petani dan pelaku usaha, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan dan berkelanjutan.
Meski demikian, dalam sesi diskusi, sebagian masyarakat menyampaikan kekhawatiran terkait kemungkinan naiknya harga bahan pokok akibat meningkatnya permintaan dari dapur MBG. Kekhawatiran tersebut diharapkan dapat diantisipasi melalui pengelolaan distribusi yang baik serta koordinasi antar pihak terkait, sehingga kebutuhan dapur MBG tetap terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas harga di pasaran.
Baca juga:KMRT Peringati Dies Natalis ke-21, Teguhkan Gerakan Anti Korupsi di Tasikmalaya
Salah satu contoh praktik positif dalam pelaksanaan program MBG ditunjukkan oleh Rapik, owner dapur MBG yang aktif memberdayakan masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan kerja, Rapik menggandeng para petani lokal untuk menanam berbagai jenis sayuran sebagai bahan pasokan dapur MBG.
Tidak hanya itu, Rapik juga memberikan bantuan permodalan kepada petani guna mendukung pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Kerja sama ini turut melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Kelompok Dampingan Masyarakat (KDMP), sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.
Melalui semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengelola dapur MBG, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana program nasional mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat sekaligus menghidupkan kembali sektor pertanian dan UMKM di daerah.(Hs)









