BerandaDaerahRibuan Guru Honorer Gelar Aksi Damai di Tasikmalaya, Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan...

Ribuan Guru Honorer Gelar Aksi Damai di Tasikmalaya, Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan dari Pemerintah  

Date:

Berita Terkini

Bupati Cecep Dorong Peran BKC dalam Bentuk Karakter Generasi Muda

Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin...

Bupati Cecep Buka BKC Bupati Cup 2, 400 Karateka dari 20 Dojo Siap Bertanding

Tasikmalaya, QJabar – Kejuaraan Antar Dojo Bandung Karate Club...

Ketua KNPI PK Soreang Alvio Gustaf Nugraha Siapkan Strategi Satukan Pemuda dan Tekan Pengangguran

Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia...

BKC Bupati Cup 2 Resmi Digelar, Tekankan Sportivitas dan Mental Juara

TASIKMALAYA, QJabar – Kejuaraan Antar Dojo Bandung Karate Club...
spot_imgspot_img

Tasikmalaya, QJabar — Ribuan guru honorer dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menggelar aksi damai serta mimbar bebas di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (26/1). Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan guru honorer sekaligus menuntut keadilan dari pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para guru menyoroti absennya Wali Kota Tasikmalaya di tengah aksi. Massa menilai kehadiran kepala daerah penting untuk mendengarkan langsung aspirasi para pendidik.

“Kami berharap pemimpin daerah bisa hadir untuk mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan hari ini,” ujar salah satu orator.

Selain itu, peserta aksi juga diajak memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyuarakan aspirasi kepada publik dan pemangku kebijakan.

Aksi damai turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa menegaskan tidak menolak program tersebut, namun meminta pemerintah tetap memperhatikan kondisi sekolah swasta dan madrasah yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Ketua Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Nurdiawansyah, S.Pd.I., M.Si, menegaskan bahwa tuntutan utama aksi adalah keadilan dan keberpihakan pemerintah terhadap guru honorer.

“Ini bukan soal iri atau menolak program tertentu. Ini soal keadilan dan nurani. Guru honorer telah lama berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa,” kata Iwan.

Menurutnya, hingga kini masih banyak guru honorer yang menerima upah di bawah standar kelayakan, meski beban kerja dan tanggung jawab mereka sama dengan guru lainnya. Ia menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi kebijakan anggaran agar kesejahteraan guru honorer menjadi prioritas.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Sejumlah pejabat daerah hadir, di antaranya Kapolres Tasikmalaya Kota, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, serta perwakilan instansi terkait.

Hingga aksi berakhir, para peserta berharap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui dialog dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan guru honorer. (masdar)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini