Home / Hukum & Politik / Ir. Aep Dedi: POR DPRD Kabupaten Bandung Pererat Kebersamaan dan Ingatkan Pentingnya Hidup Sehat

Ir. Aep Dedi: POR DPRD Kabupaten Bandung Pererat Kebersamaan dan Ingatkan Pentingnya Hidup Sehat

Kab. Bandung, Qjabar – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Ir. Aep Dedi, menyampaikan bahwa Pekan Olahraga (POR) DPRD Kabupaten Bandung menjadi momentum penting untuk semakin mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota dewan maupun antar komisi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan POR di Stadion Si Jalak Harupat, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin kabupaten Bandung.

Menurutnya, olahraga bukan hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga menopang kebugaran dalam menjalankan aktifitas dan tugas-tugas kedewanan sehari-hari. “Dengan berolahraga kita bisa sehat, dan tubuh tetap fit untuk menjalankan amanah sebagai anggota dewan,” ujarnya.

Ir. Aep Dedi juga menyinggung lima syarat kebaikan dunia dan akhirat. Pertama, kesehatan—baik jasmani maupun rohani. Kedua, cara berpikir yang baik. Ketiga, lingkungan rumah yang nyaman, bersih, dan indah—bukan harus mewah. Keempat, memiliki keluarga yang baik, termasuk istri yang salehah dan keturunan yang membanggakan (qurrata a’yun). Kelima, memiliki rezeki yang cukup serta lingkungan pergaulan yang baik.

Baca juga : H. Dadang Suryana: POR DPRD Kabupaten Bandung Jadi Ajang Silaturahmi, Kekompakan, dan Kebugaran

Ia mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah Ayat 201 yang berisi doa agar diberikan kebaikan di dunia dan akhirat serta dijauhkan dari siksa neraka. Sementara Ayat 202 menjelaskan bahwa setiap manusia akan memperoleh balasan dari setiap usaha yang dilakukan, dan Allah Maha Cepat perhitungannya.
Di sisi lain, Ir. Aep Dedi juga menyampaikan rasa duka mendalam terkait bencana longsor yang terjadi di Pangalengan dan menyebabkan dua korban meninggal dunia. Ia mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang sedang terjadi menurut BMKG.
Terkait penyebab longsor, ia menilai perlu evaluasi terhadap alih fungsi lahan, baik oleh pengusaha maupun masyarakat, terutama untuk lahan pertanian yang tidak layak dijadikan pemukiman. “Komisi C harus mengevaluasi dan mengontrol agar masyarakat mendapat pembinaan melalui stakeholder di wilayahnya. Jangan sampai kejadian ini terulang,” tegasnya.
Dengan demikian, POR DPRD tidak hanya menjadi wadah sportivitas dan kebugaran, tetapi juga momen refleksi untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan, baik secara individu, sosial, maupun spiritual.

Reporter : Yun.s

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *