Tasikmalaya Qjabar – Wajah Kota Tasikmalaya kian tercoreng oleh keberadaan tiang dan kabel jaringan internet yang menjamur tanpa penataan jelas. Sabtu 07 Februari 2026.
Hampir di setiap ruas jalan, kabel fiber optik terlihat semrawut, menjuntai rendah, bahkan melintang di atas kepala warga. Kondisi ini tak hanya merusak estetika kota, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius terkait keselamatan masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, muncul dugaan kuat bahwa banyak tiang dan kabel internet berdiri tanpa mengantongi izin resmi. Namun ironisnya, hingga kini belum terlihat langkah tegas dan menyeluruh dari pemerintah daerah. Penertiban yang dilakukan terkesan sporadis dan tidak berkelanjutan, sementara pemasangan jaringan baru terus berlangsung.
Fakta ini memantik pertanyaan publik: mengapa persoalan yang kasat mata dan berdampak langsung pada ruang publik justru dibiarkan berlarut-larut? Apakah lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama, atau ada faktor lain yang membuat penegakan aturan tidak berjalan maksimal?
Di ruang publik, kritik pun mulai disampaikan dengan nada satir. Sejumlah warga menilai, kepala daerah terlihat lebih sering hadir dalam kegiatan simbolik dan agenda seremonial, sementara persoalan mendasar seperti penataan tiang dan kabel internet belum mendapat perhatian serius.
Bahkan muncul ungkapan sinis di tengah masyarakat yang menilai wali kota lebih dikenal dengan hobinya berlari, dibandingkan berlari mengejar penyelesaian masalah semrawutnya infrastruktur kota.
Sikap pemerintah yang terkesan diam justru membuka ruang spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik. Padahal, transparansi dan ketegasan kebijakan menjadi kunci untuk menghentikan berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sejumlah warga menilai, pembiaran terhadap tiang dan kabel internet yang diduga tak berizin dapat berujung pada masalah yang lebih serius, mulai dari risiko kecelakaan, gangguan ketertiban umum, hingga rusaknya citra kota. Infrastruktur publik sejatinya berada di bawah kendali dan tanggung jawab pemerintah.
Kini masyarakat menunggu jawaban dan tindakan nyata. Penataan tiang dan kabel internet bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut wibawa pemerintah dalam menegakkan aturan dan melindungi kepentingan publik. Tanpa langkah tegas dan terukur, Kota Tasikmalaya terancam terus berada dalam kondisi “darurat kabel”, sementara keselamatan dan kenyamanan warga dipertaruhkan.
(Andriana)









