Home / Daerah / FOSIT Deklarasikan Gerakan “Ngahiji, Ngajalur, Ngabukti”, Perkuat Soliditas Masyarakat Singaparna

FOSIT Deklarasikan Gerakan “Ngahiji, Ngajalur, Ngabukti”, Perkuat Soliditas Masyarakat Singaparna

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Forum Singaparna Bersatu (FOSIT) secara resmi mendeklarasikan gerakan bertajuk “Ngahiji, Ngajalur, Ngabukti” dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (15/02/2026).

Acara yang digelar di Dozer Jaya Arena tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, serta Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.

Deklarasi FOSIT menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas dan kolaborasi masyarakat di Singaparna. Mengusung semangat ngahiji (bersatu), ngajalur (berjalan pada jalur yang benar), dan ngabukti (membuktikan dengan karya nyata), forum ini diharapkan menjadi wadah sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FOSIT sebagai ruang komunikasi dan konsolidasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mempercepat pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, Ketua FOSIT Kabupaten Tasikmalaya, Yanyan, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan dan program pembangunan. Menurutnya, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan komitmen bersama serta penandatanganan pernyataan sikap sebagai simbol kesungguhan seluruh elemen yang tergabung dalam FOSIT.

Dengan semangat “Ngahiji, Ngajalur, Ngabukti”, Forum Singaparna Bersatu optimistis mampu menjadi motor penggerak persatuan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. (Masdar)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *