KABUPATEN BANDUNG, Qjabar– Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bandung menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda melalui keikutsertaan dalam ajang Olimpiade Seni dan Olahraga Diniyah (OSADIN). Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Bandung mengirimkan peserta untuk mengikuti 14 mata lomba dengan harapan mampu meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi hingga melaju ke tingkat nasional.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Bandung, Daud Nurdin, menyampaikan bahwa keikutsertaan para peserta dalam OSADIN bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membawa nama baik Kabupaten Bandung sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis agama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pendidikan Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mempunyai akhlak mulia, kedisiplinan, kejujuran, serta semangat untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah, kami bersama PPDT membawa nama baik Kabupaten Bandung agar semakin BEDAS. Melalui pendidikan karakter dan agama yang terus dikembangkan di Kabupaten Bandung, kami berharap kualitas pendidikan keagamaan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang berprestasi,” ujar Daud Nurdin.
Ia menambahkan, pihaknya menaruh harapan besar agar para peserta yang mewakili Kabupaten Bandung dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap cabang perlombaan. Bahkan, prestasi di tingkat provinsi diharapkan menjadi jalan bagi para peserta untuk melanjutkan perjuangan menuju kompetisi tingkat nasional.
Rencananya, ajang tingkat nasional akan dilaksanakan pada 13 November di Bekasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membuktikan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan melalui lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Bandung.
Mengirimkan Peserta pada 14 Mata Lomba
Daud Nurdin menjelaskan, Kabupaten Bandung mengikuti PORSADIN dengan mengirimkan peserta secara penuh pada 14 mata lomba. Berbagai cabang yang diikuti mencakup bidang olahraga, akademik, hingga seni keagamaan.
Pada bidang olahraga, sejumlah cabang yang diikuti di antaranya lari sprint, bulu tangkis atau badminton, serta tenis meja. Sementara itu, pada bidang akademik, peserta akan berkompetisi dalam cabang cerdas cermat, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), MKIA, dan sejumlah mata lomba lainnya.
Adapun pada bidang seni, peserta akan menunjukkan kemampuan melalui cabang kaligrafi, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, serta berbagai perlombaan lain yang menguji kreativitas, keterampilan, dan penguasaan materi keagamaan.
Keikutsertaan dalam 14 mata lomba tersebut menjadi bukti keseriusan FKDT Kabupaten Bandung dalam mempersiapkan peserta untuk bersaing secara sehat dan menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki para santri Diniyah.
Menurut Daud, persiapan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil akhir, melainkan juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan. Para peserta diharapkan memperoleh pengalaman berharga, meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu mengembangkan bakat dan minat sesuai bidang yang dikuasai.
Dengan persiapan tersebut, FKDT Kabupaten Bandung optimistis dapat bersaing dengan peserta dari daerah lain dan berpeluang meraih posisi terbaik dalam berbagai cabang perlombaan.
Kabupaten Bandung Pernah Raih Prestasi Nasional
Daud Nurdin juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung sebelumnya pernah mencatatkan prestasi di tingkat nasional melalui sejumlah cabang perlombaan yang diikuti dalam kompetisi di Sumatera.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga sekaligus motivasi bagi para peserta untuk kembali mengukir prestasi. Keberhasilan pada kesempatan sebelumnya menunjukkan bahwa para santri Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Bandung memiliki potensi besar untuk bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.
“Kami alhamdulillah sudah pernah menjadi juara nasional melalui beberapa mata lomba yang dilaksanakan di Sumatera. Mudah-mudahan ke depan Kabupaten Bandung kembali bisa mencetak prestasi dan menjadi perwakilan Jawa Barat untuk melaju ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi penyemangat bagi peserta maupun para pembina agar terus meningkatkan kualitas latihan, memperkuat penguasaan materi, dan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi setiap tahapan perlombaan.
Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, dukungan pembina, serta semangat kebersamaan dari seluruh pihak yang terlibat.
Apresiasi Dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung
Dalam kesempatan tersebut, Daud Nurdin turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan yang diberikan kepada para peserta, ofisial, serta FKDT Kabupaten Bandung dalam mengikuti kegiatan PORSADIN.
Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan pendidikan keagamaan, khususnya dalam memberikan ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi di berbagai bidang.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembinaan pendidikan Diniyah Takmiliyah semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Atas nama FKDT Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah memberikan dukungan kepada peserta, ofisial, dan FKDT. Mudah-mudahan segala kebaikan dari pemerintah daerah ini menjadi keberkahan dan kemaslahatan bagi warga Diniyah serta masyarakat Kabupaten Bandung pada umumnya,” tuturnya.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan keagamaan, para pembina, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas serta mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing.
Pendidikan agama, menurutnya, tidak hanya menjadi fondasi dalam membangun karakter, tetapi juga menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kejujuran dan Sportivitas Menjadi Kunci Kesuksesan
Selain menargetkan prestasi, Daud Nurdin menegaskan bahwa seluruh peserta harus menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas selama mengikuti perlombaan.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan menuju PORSADIN tidak berlangsung secara singkat. Para peserta telah melewati berbagai tahapan seleksi dan pembinaan, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten, sebelum akhirnya berkesempatan mewakili Kabupaten Bandung pada ajang berikutnya.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga semangat, menghormati sesama peserta, serta menerima hasil perlombaan dengan sikap dewasa.
“Motivasi kami, mudah-mudahan seluruh peserta tetap semangat. Mereka sudah melalui perjuangan dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Dalam perlombaan, kita harus selalu menjunjung tinggi kejujuran dan *fair play*, karena kejujuran merupakan kunci utama untuk mencapai kesuksesan,” tegas Daud.
Menurutnya, kemenangan memang menjadi tujuan yang ingin dicapai, tetapi nilai-nilai karakter yang diperoleh selama proses perlombaan juga memiliki arti penting. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan bahwa santri Diniyah Takmiliyah tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak serta etika dalam berkompetisi.
Baca juga :Tani Verse Hadir, Distan Kabupaten Bandung Peringati Hari Tani Nasional hingga Hari Pangan Sedunia
Ia pun berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, meningkatkan konsentrasi, dan mempersiapkan diri dengan maksimal agar mampu memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Bandung.
Harapan untuk Pendidikan Diniyah Kabupaten Bandung
Keikutsertaan Kabupaten Bandung dalam PORSADIN diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan pendidikan keagamaan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para santri dalam mengembangkan potensi mereka.
Melalui ajang ini, para peserta tidak hanya memperoleh kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga belajar membangun rasa percaya diri, memperluas pengalaman, meningkatkan kemampuan bekerja sama, serta mengembangkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
FKDT Kabupaten Bandung berharap capaian yang diraih nantinya dapat menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan Diniyah Takmiliyah lainnya untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan pembinaan peserta didik.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung, kerja keras para pembina, serta semangat seluruh peserta, harapan untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional diharapkan dapat terwujud.
Daud Nurdin menegaskan bahwa membawa nama baik Kabupaten Bandung bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga menunjukkan kualitas generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki semangat juang, dan mampu bersaing secara sehat.
“Harapan kami, Kabupaten Bandung bisa menjadi salah satu daerah yang meraih prestasi terbaik. Semoga seluruh peserta diberikan kelancaran dan mampu membawa nama baik Kabupaten Bandung hingga ke tingkat nasional,” pungkasnya.
Dengan semangat Kabupaten Bandung BEDAS, FKDT berharap PORSADIN dapat menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat pendidikan agama, membangun karakter generasi muda, dan melahirkan santri-santri berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Reporter : Yun.s

