BerandaBirokrasiKetua RPD Kritik Kinerja DPRD Tasikmalaya, Aspirasi Warga Dinilai Mandek

Ketua RPD Kritik Kinerja DPRD Tasikmalaya, Aspirasi Warga Dinilai Mandek

Date:

Berita Terkini

Puskesmas Cigalontang Dukung Pendidikan Lewat Program PKL

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – UPTD Puskesmas DTP Cigalontang kembali...

KDS Minta Penguatan Peran Desa dalam Keamanan Lingkungan dan Mitigasi Bencana

KABUPATEN BANDUNG Qjabar - Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS)...

Jenguk Yunita di RSHS, KDS Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepekaan Sosial

BANDUNG Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menjenguk...

KDS: Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan, BPR Kertaraharja Harus Terus Berinovasi

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang...

KPU Kabupaten Bandung dan DPD PKS Perkuat Sinergi Wujudkan Demokrasi Berkualitas

Kabupaten Bandung, Qjabar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten...
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Ketua Umum Rakyat Peduli Demokrasi (RPD), Dadan Jaenudin, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kekecewaan tersebut disampaikan menyusul banyaknya aspirasi warga yang mandek tanpa tindak lanjut nyata, meskipun telah berulang kali disampaikan melalui berbagai forum resmi maupun nonformal.

Menurut Dadan Jaenudin, DPRD sejatinya memiliki mandat konstitusional sebagai wakil rakyat untuk menyerap, memperjuangkan, serta mengawasi jalannya kebijakan pemerintah daerah. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Banyak keluhan masyarakat disampaikan, tapi tidak ditanggapi secara serius. DPRD terkesan pasif dan lebih sibuk dengan agenda internal ketimbang memperjuangkan kebutuhan rakyat,” tegas Dadan Jaenudin kepada awak media, Jumat (09/01/2026).

Ia menyoroti bahwa berbagai persoalan mendasar mulai dari kerusakan infrastruktur desa, buruknya pelayanan publik, hingga lemahnya perhatian terhadap kesejahteraan sosial belum menunjukkan perubahan signifikan. Kondisi ini memperkuat kesan bahwa fungsi representasi DPRD tidak berjalan optimal.

Tak hanya itu, Dadan juga menilai fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja eksekutif masih lemah, sehingga sejumlah program pembangunan dinilai tidak tepat sasaran dan minim dampak bagi masyarakat luas. Situasi tersebut, menurutnya, berkontribusi langsung terhadap menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah.

Sebagai langkah korektif, Dadan Jaenudin mendesak DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya serta membuka ruang dialog yang jujur dan terbuka dengan masyarakat.

“Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan nyata kepada rakyat bukan sekadar jargon. Itu adalah kewajiban moral dan politik DPRD jika ingin mengembalikan kepercayaan publik,” pungkasnya. (mdr)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini