Home / Ragam Berita / KSOP Kelas II Cirebon Serahkan Saung Baju Penolong Untuk Tingkatkan Keselamatan Wisata Situ Lengkong Panjalu

KSOP Kelas II Cirebon Serahkan Saung Baju Penolong Untuk Tingkatkan Keselamatan Wisata Situ Lengkong Panjalu

Panjalu Qjabar  — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon, menyerahkan bantuan saung baju penolong guna meningkatkan keselamatan pengunjung di kawasan objek wisata Situ Lengkong Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Kamis (5/2/2026).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keselamatan pelayaran di perairan sungai dan danau, khususnya di kawasan wisata yang memiliki aktivitas transportasi air cukup tinggi seperti Situ Lengkong Panjalu.

Kegiatan serah terima dihadiri langsung oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Pemerintah Desa Panjalu, serta PT Jasa Raharja Cabang Tasikmalaya.

Baca juga:Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana dalam Apel Gabungan ASN

Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di Situ Lengkong Panjalu merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab KSOP dalam menjamin keselamatan pelayaran di sungai dan danau, sesuai dengan instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kami hadir di objek wisata Situ Lengkong Panjalu ini karena keselamatan pelayaran di sungai dan danau, khususnya di kawasan wisata, menjadi tugas dan tanggung jawab KSOP Kelas II Cirebon. Kami ingin memastikan aktivitas penyeberangan dan wisata air di sini berjalan dengan aman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KSOP Kelas II Cirebon menyerahkan sebanyak 60 unit baju pelampung melalui program Saung Baju Pelampung, yang dapat digunakan oleh para pengunjung saat menikmati wisata air di Situ Lengkong Panjalu. Selain itu, juga diserahkan 38 unit lampu penanda kapal serta lampu penuntun bagi kapal wisata di dermaga.

Baca juga:Bupati Tasikmalaya Lantik 14 Pejabat Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

Lampu penanda kapal tersebut diperuntukkan bagi kapal pada malam hari karena kapal beroperasi selama 24 jam, guna memastikan kelancaran dan keamanan pelayaran menuju pulau seberang.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan tingkat keselamatan dan kenyamanan pengunjung Situ Lengkong Panjalu semakin meningkat, sekaligus mendukung pengelolaan objek wisata yang aman, tertib, dan berkelanjutan.(Hs)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *