BerandaDaerahPesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan Untuk Bangsa

Pesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan Untuk Bangsa

Date:

Berita Terkini

Ketua KNPI PK Soreang Alvio Gustaf Nugraha Siapkan Strategi Satukan Pemuda dan Tekan Pengangguran

Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia...

BKC Bupati Cup 2 Resmi Digelar, Tekankan Sportivitas dan Mental Juara

TASIKMALAYA, QJabar – Kejuaraan Antar Dojo Bandung Karate Club...

BMH Cirebon Bersama KKN UIN Siber Syekh Nurjati Hadirkan Indonesia Bercerita di Desa Sambeng

Cirebon Qjabar – Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai...

Muscam KNPI Kecamatan Soreang Digelar, Alvio Gustaf Nugraha Terpilih Pimpin Periode 2026–2029

Kabupaten Bandung, Qjabar – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional...
spot_imgspot_img

Kota Tasik Qjabar – Pesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan untuk Bangsa
Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Di usia 25 tahun, Pondok Pesantren Darul Anba terus meneguhkan perannya sebagai ruang pendidikan, pembinaan karakter, dan pengabdian untuk bangsa.

Berlokasi di Cieurih, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pesantren ini tumbuh melalui proses panjang yang sarat dinamika. Dari perjalanan itulah lahir generasi santri yang dibimbing untuk memahami ilmu, membangun akhlak, dan menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat.

Pimpinan Pesantren Darul Anba, KH. Achef Mubarok, memaknai milad ke-25 sebagai wujud rasa syukur atas nikmat perjuangan yang telah dilalui. Pesantren, menurutnya, hadir bukan untuk sekadar berdiri, tetapi untuk memberi manfaat.

Baca juga:Festival Nadhom Tauhid Tasikmalaya Dibuka, KH Aminudin (Ketua MUI Kota) Dorong Penjagaan Akidah dan Kepedulian Bencana Aceh

Kini, lebih dari 500 santri dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Darul Anba. Keberagaman itu menjadi kekuatan dalam menanamkan nilai kebersamaan dan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Di bidang pendidikan, Darul Anba menegakkan disiplin keilmuan melalui program Tahfidz Al-Qur’an dan Nahwu Sharaf sebagai fondasi utama. Target hafalan disusun bertahap, mendorong santri untuk tumbuh dengan standar yang jelas dan terukur.

Rangkaian milad ke-25 diisi dengan kegiatan kreatif dan hiburan edukatif sebagai ruang penyegaran bagi santri yang menjalani ritme kehidupan pesantren selama 24 jam. Kebahagiaan santri tetap dijaga, sejalan dengan nilai agama dan ketertiban.

Baca juga:Gema Tauhid Menggetarkan Jantung Kota, Festival Nadzom Satukan DKM Se-Kota Tasikmalaya

Di usia ke-25 ini, Pesantren Darul Anba menegaskan satu pesan: pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang tanggung jawab untuk memberi manfaat. Dari pesantren, kontribusi untuk bangsa terus dirawat dan dijaga.(Andri)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini