BerandaDaerahPesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan Untuk Bangsa

Pesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan Untuk Bangsa

Date:

Berita Terkini

KDS Berikan Uang Saku Kepada Lebih Dari 500 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG Qjabar — Bupati Bandung, Dadang Supriatna melepas...

Persib Bandung Menang Dramatis 2-1 atas PSM Makassar, Julio Cesar Jadi Pahlawan di Menit Akhir

Tasikmalaya, QJabar - Persib Bandung sukses membawa pulang tiga...

H. Aam Sopyan Terpilih Aklamasi Pimpin Formades Jawa Barat 2026-2031

Sumedang, Qjabar  – Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...

Kopi Bunar Tasikmalaya Tembus Pasar Jepang, Wabup Asep Sopari Apresiasi Perjuangan Warga Pagerageung

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari...
spot_imgspot_img

Kota Tasik Qjabar – Pesantren Darul Anba, 25 Tahun Menjaga Arah Pendidikan untuk Bangsa
Seperempat abad bukan waktu yang singkat. Di usia 25 tahun, Pondok Pesantren Darul Anba terus meneguhkan perannya sebagai ruang pendidikan, pembinaan karakter, dan pengabdian untuk bangsa.

Berlokasi di Cieurih, Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pesantren ini tumbuh melalui proses panjang yang sarat dinamika. Dari perjalanan itulah lahir generasi santri yang dibimbing untuk memahami ilmu, membangun akhlak, dan menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat.

Pimpinan Pesantren Darul Anba, KH. Achef Mubarok, memaknai milad ke-25 sebagai wujud rasa syukur atas nikmat perjuangan yang telah dilalui. Pesantren, menurutnya, hadir bukan untuk sekadar berdiri, tetapi untuk memberi manfaat.

Baca juga:Festival Nadhom Tauhid Tasikmalaya Dibuka, KH Aminudin (Ketua MUI Kota) Dorong Penjagaan Akidah dan Kepedulian Bencana Aceh

Kini, lebih dari 500 santri dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Darul Anba. Keberagaman itu menjadi kekuatan dalam menanamkan nilai kebersamaan dan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Di bidang pendidikan, Darul Anba menegakkan disiplin keilmuan melalui program Tahfidz Al-Qur’an dan Nahwu Sharaf sebagai fondasi utama. Target hafalan disusun bertahap, mendorong santri untuk tumbuh dengan standar yang jelas dan terukur.

Rangkaian milad ke-25 diisi dengan kegiatan kreatif dan hiburan edukatif sebagai ruang penyegaran bagi santri yang menjalani ritme kehidupan pesantren selama 24 jam. Kebahagiaan santri tetap dijaga, sejalan dengan nilai agama dan ketertiban.

Baca juga:Gema Tauhid Menggetarkan Jantung Kota, Festival Nadzom Satukan DKM Se-Kota Tasikmalaya

Di usia ke-25 ini, Pesantren Darul Anba menegaskan satu pesan: pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang tanggung jawab untuk memberi manfaat. Dari pesantren, kontribusi untuk bangsa terus dirawat dan dijaga.(Andri)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini