Kota Tasik – Aula Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Kamis (5/3/2026), bukan sekadar ruang rapat biasa. Di ruangan itu, arah besar transportasi Kota Tasikmalaya tahun 2027 mulai dirumuskan — bahkan bisa dibilang mulai “dikunci”.
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan hadir langsung dalam Forum Perangkat Daerah Musrenbang Sektoral Bidang Perhubungan. Ia menegaskan, forum ini tak boleh menjadi agenda seremonial tahunan tanpa dampak nyata.
“Transportasi itu urat nadi kota. Kalau macet, ekonomi ikut tersendat. Kalau tertata, ekonomi ikut melesat,” tegasnya di hadapan peserta forum.
Mengusung tema “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pelayanan Publik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat”, forum ini menempatkan sektor transportasi sebagai mesin penggerak ekonomi daerah sekaligus wajah pelayanan publik yang modern dan responsif.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Anang Safaat turut memberi catatan penting. Ia mengingatkan agar perencanaan tidak berhenti sebagai dokumen administratif.
“Program harus realistis, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya, menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Iwan memaparkan fokus kebijakan 2027: penataan lalu lintas yang lebih efektif, penguatan angkutan umum, peningkatan infrastruktur transportasi, hingga digitalisasi pelayanan untuk menjawab tantangan kota yang terus tumbuh.
Forum ini mempertemukan unsur legislatif, eksekutif, aparat penegak hukum, para camat, hingga stakeholder transportasi. Sinyalnya jelas: pembangunan sektor perhubungan tak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan.
Tahun 2027 memang belum tiba. Namun perencanaan hari ini akan menentukan apakah transportasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga, atau sekadar kembali menjadi wacana tahunan.
Bukan hanya tentang musrenbang. Ini tentang bagaimana kota bergerak — dan siapa yang benar-benar memastikan gerak itu sampai ke rakyat.
By, andriana









