Home / Olahraga / Diky Candra Resmi Buka IPSI Cup Ke-10 Jawara Tasikmalaya, 644 Pesilat Incar Bibit Internasional

Diky Candra Resmi Buka IPSI Cup Ke-10 Jawara Tasikmalaya, 644 Pesilat Incar Bibit Internasional

Tasikmalaya, QJabar.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara, secara resmi membuka ajang kejuaraan pencak silat open Jawara Tasikmalaya IPSI Cup Ke-10 pada Minggu (28/12/2025) di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura Dadaha.

Kompetisi bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (29-31/12/2025). Dalam sambutannya, Diky memuji kualitas atlet Kota Tasikmalaya yang mampu bersaing di tingkat nasional. Ia menyoroti lonjakan prestasi dari 2 emas menjadi 8 emas pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat.

“Satu hal yang luar biasa, atlet Kota Tasikmalaya sangat mempuni,” kata Diky ke.

Ia menyambut hangat peserta dari luar daerah, seperti Ciamis, Sumedang, Pangandaran, serta wilayah Priangan Timur. “Sama-sama pejuang untuk daerah masing-masing, buktikan bahwa kalian adalah jawara yang layak menjadi nomor satu di Jawa Barat,” pesannya.

Diky, yang memiliki latar belakang aktor dan pernah memerankan karakter pesilat, bernostalgia tentang kedekatannya dengan pencak silat. Ia mengaku pernah menjadi guru silat di Tasikmalaya di bawah asuhan Kang Ujang Askan. Pencak silat, menurutnya, telah menjadi ikon budaya Indonesia, dikenal lewat film seperti The Raid dan karakter Jaka Sembung.

Namun, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik dan spiritual.

“Jawara silat adalah orang yang tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Siap jadi jawara atau tidak, ketenangan lahir dari salat,” ungkapnya.

Diky juga tak menutup mata pada keterbatasan infrastruktur olahraga di Kota Tasikmalaya.

“Semoga tidak mengurangi semangat. Kita tetap berjuang meski kondisinya belum ideal,” tambahnya.

Ketua IPSI Kota Tasikmalaya, Mohamad Arif Gunawan, ST., M.Si., mengungkapkan detail acara sebagai berikut:

Jumlah peserta: Sekitar 644 orang dari berbagai daerah, terutama Ciamis, Sumedang, Pangandaran, dan 4 wilayah sekitar lainnya.Kategori lomba: 5 kelas utama, yaitu usia dini 1 dan 2, pra-remaja, remaja, dewasa, serta festival dan pasang giring.

Perkembangan kelas: Dari 4 kelas di Porda sebelumnya, kini menjadi 8 kelas (4 putra dan 4 putri) untuk memperluas kesempatan pesilat.Total hadiah: Rp14.000.000 (naik dari Rp10.000.000 tahun lalu), dibagikan untuk juara 1, 2, 3, dan seterusnya.Target prestasi: Menjaring bibit unggul untuk tingkat lokal, provinsi, hingga internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan Kejuaraan Dunia.

Diky mengapresiasi konsistensi IPSI Kota Tasikmalaya yang telah menyelenggarakan event ini hingga ke-10 kalinya. Pencak silat, baginya, bukan sekadar olahraga prestasi, tapi warisan budaya yang membentuk karakter, disiplin, dan mental juang generasi muda.

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong pembinaan melalui kolaborasi dengan KONI dan cabang olahraga lainnya.

Pembukaan dihadiri Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan, Kabid Olahraga dan Kepemudaan Disporabudpar Momon, jajaran pengurus IPSI, serta tokoh dan guru silat se-Kota Tasikmalaya.

 

 

  • Jurnalis: dan
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *