BerandaBirokrasiBersama Wapres, Kang DS Tegaskan Pentingnya Literasi AI dan Etika Digital bagi...

Bersama Wapres, Kang DS Tegaskan Pentingnya Literasi AI dan Etika Digital bagi Generasi Muda

Date:

Berita Terkini

NFT Soroti Dugaan Pelanggaran Izin Tiga Dapur MBG di Leuwisari

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Organisasi Navigation For Transformation (NFT)...

KDS Mulai Bangun RSUD Bedas ke-6, Warga Cimenyan Segera Nikmati Layanan Kesehatan Lebih Dekat

Kabupaten Bandung Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan...

Pejabat Baru Diminta Hadirkan Solusi dan Perubahan Positif bagi Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG Qjabar — Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan...

Ini Tanggapan Dari Praktisi Pendidikan Kota Tasikmalaya Tentang PCMD 

Kota Tasikmalaya, Qjabar  -  Disela-sela perayaan Pelepasan MTs Persis...
spot_imgspot_img

BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di SMP Al-Muthahari, Kecamatan Rancaekek serta Pondok Pesantren Daarul Arqom, Kecamatan Pacet, Rabu (4/3/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar dan santri di Kabupaten Bandung.

Di SMP Al-Muthahari, Wakil Presiden berdialog langsung dengan para siswa dan guru terkait pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar. Gibran menekankan pentingnya penggunaan AI sebagai alat bantu pembelajaran, sekaligus mengingatkan agar tidak menimbulkan ketergantungan.

“AI ini penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi tetap ada aturan main dan etika yang harus diperhatikan. Jangan sampai anak-anak ketergantungan AI sehingga menghilangkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking),” ujar Gibran.

Selain itu, ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi penyalahgunaan AI, termasuk modus penipuan berbasis rekayasa suara (voice cloning) yang dapat menirukan suara seseorang untuk meminta sejumlah uang. Tak lupa, ia juga menekankan peran guru dan orang tua sangat penting dalam membimbing anak-anak menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Arqom di Kecamatan Pacet. Di hadapan para santri, Wakil Presiden kembali menegaskan bahwa penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi kebutuhan penting agar generasi muda tidak tertinggal dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca juga : Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0624/Kab. Bandung Dampingi Tim Wasev Tinjau Lokasi TMMD di Desa Cipelah

Sementara itu, Kang DS menegaskan bahwa Kabupaten Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 3,8 juta jiwa dan sekitar 1,6 juta pelajar memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia. Oleh sebab itu, literasi digital dan penguasaan AI menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul.

“Hari ini kita melihat langsung bahwa edukasi tentang AI sangat penting untuk dipelajari. Penggunaannya harus dilakukan secara baik, sopan, dan bijak agar tidak terjebak pada dampak negatifnya. Kami meyakini program Presiden dan Wakil Presiden ini akan meningkatkan kualitas SDM unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kang DS juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat literasi digital di seluruh satuan pendidikan, termasuk pesantren. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten diharapkan mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Bandung yang adaptif, kritis, dan berdaya saing di era transformasi digital.

Reporter : Yun.s

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini