Home / Peristiwa / Ali Syakieb Wakil Bupati Bandung Tinjau Ambruknya Bangunan Di Pasar Soreang

Ali Syakieb Wakil Bupati Bandung Tinjau Ambruknya Bangunan Di Pasar Soreang

Kab.Bandung Qjabar – Peristiwa ambruknya bangunan yang terjadi di kawasan Pasar Soreang menimbulkan duka mendalam. Insiden yang menimpa deretan kios dari blok III-20 hingga III-33 tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Pihak pemerintah menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima di lokasi kejadian, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis, Senin 16 Maret 2026.

Dikatakan wakil bupati bandung Ali Syakieb saat meninjau lokasi bencana “Pertama yang jelas kita turut berduka cita atas kejadian ini. Informasi terakhir yang kami terima ada satu korban meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka,” ungkapnya.

Sejumlah pihak langsung turun ke lokasi setelah peristiwa terjadi, di antaranya Kapolres beserta jajaran kepolisian, tim dari Pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD , perwakilan Dinas Perdagangan, serta petugas dari pemadam kebakaran yang turut membantu pengamanan area dan proses evakuasi.

Saat ini, pihak pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian terkait penyebab pasti ambruknya tiang penyangga bangunan tersebut. Rencananya tim dari Reserse Kriminal Polda Jawa Barat juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan kejadian tersebut.

Baca juga : Syekh Said Amir Alramlawi, Imam Mesjid Alqa’qa Gaza Palestina, Jadi Peceramah di SMP PCI Bale Endah Kab. Bandung

Secara kasat mata, kondisi bangunan pasar terlihat masih dalam keadaan baik. Namun, terdapat informasi bahwa di beberapa kios terdapat aktivitas penggunaan mesin penggilingan yang diduga menimbulkan getaran cukup besar.

Ditambahkan Ali Syakieb “Kalau dilihat sekilas bangunannya tampak aman. Namun di beberapa kios ada yang menggunakan alat penggilingan yang mungkin memiliki getaran cukup besar. Itu juga akan menjadi bagian yang diperiksa lebih lanjut,” jelasnya.

Bangunan pasar tersebut diketahui dibangun pada tahun 2020, sehingga saat ini usianya diperkirakan hampir enam tahun. Karena itu, pihak terkait juga akan memastikan apakah bangunan tersebut memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) atau tidak.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perdagangan akan segera melakukan komunikasi dengan pengelola pasar, pihak ketiga, serta para pedagang yang menempati kios di area tersebut. Hal ini dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait aktivitas perdagangan di lokasi pasar.

Pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap kios lainnya di sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, terdapat kekhawatiran jika kerusakan tidak hanya terjadi pada 13 kios yang terdampak, tetapi juga berpotensi memengaruhi struktur bangunan di sekitarnya.

Untuk memastikan kondisi tersebut, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dijadwalkan segera melakukan pengecekan terhadap kelayakan bangunan pasar secara menyeluruh.

“Tim dari PUTR sedang dalam perjalanan ke lokasi untuk melakukan pengecekan kelayakan bangunan. Jangan sampai kejadian ini merambat ke bagian lain dari bangunan pasar,” katanya.

Sementara itu, para korban yang mengalami luka-luka saat ini dirawat di RS Hermina Soreang, termasuk korban meninggal dunia yang juga telah dievakuasi ke rumah sakit tersebut.
Pihak pemerintah daerah berencana mengunjungi para korban yang sedang menjalani perawatan guna memastikan kondisi mereka serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Di sisi lain, hasil pengecekan dari tim teknis nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian area pasar tidak lagi layak digunakan, maka pemerintah akan mempertimbangkan langkah relokasi sementara bagi para pedagang yang terdampak.

“Setelah hasil pemeriksaan keluar, nanti akan dibicarakan apakah bangunan ini masih layak digunakan atau tidak. Jika memang perlu relokasi sementara, tentu akan dibicarakan bersama dengan para pedagang dan pengelola pasar,” pungkasnya.

Reporter : Yun.s

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *