BerandaDaerahWabup Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Pemetaan Data dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah

Wabup Tasikmalaya Tekankan Pentingnya Pemetaan Data dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah

Date:

Berita Terkini

Proyek Bronjong di Jayaratu Disorot, Pemilik Lahan Mengaku Belum Terima Ganti Rugi

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pelaksanaan penanganan darurat bencana tanah...

Ketua Harian APKASI Sampaikan Aspirasi Fiskal Daerah ke Komisi II DPR RI

Jakarta Qjabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengusulkan penguatan...

911 Anggota BPD Dilantik, KDS Titip Tanggung Jawab Besar untuk Masa Depan Desa

Kabupaten Bandung Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS)...

Kabid PAUD Disdik Kabupaten Bandung: Perizinan Menjadi Fondasi Legalitas dan Mutu Lembaga Pendidikan

Kabupaten Bandung, Qjabar – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung memberikan...
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Persoalan anak tidak sekolah (ATS) masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan cepat dan terarah. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pun menegaskan komitmennya dengan memperkuat koordinasi lintas sektor berbasis data sebagai langkah strategis untuk menuntaskan masalah tersebut.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menghadiri rapat koordinasi Tim Satuan Tugas Anak Tidak Sekolah (ATS) yang digelar di Aula Wiratanuningrat, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan anak tidak sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, rapat koordinasi tersebut juga bertujuan merumuskan langkah-langkah strategis berbasis data agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan solutif.

Dalam arahannya, Wabup Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan bahwa data yang dimiliki harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan tindakan di lapangan. Ia menilai, tanpa pemetaan yang jelas, upaya penanganan tidak akan berjalan optimal.

“Dari data yang ada itu menuju pelaksanaan itu kita harus melakukan sesuatu, memetakan bagaimana ini harus ada solusinya,” ujarnya.

Menurutnya, pemetaan data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam mengidentifikasi permasalahan serta menentukan intervensi yang tepat bagi anak-anak yang tidak bersekolah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan kesehatan semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia. Dalam hal ini, sektor pendidikan memegang peranan penting sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen dan kerja sama dalam menuntaskan permasalahan anak tidak sekolah, sehingga target pembangunan di bidang pendidikan dapat tercapai secara maksimal. (Masdar)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini