BerandaEkonomi & BisnisIni Pendapat Dony Oekon Terkait BBM Dan Isu Global

Ini Pendapat Dony Oekon Terkait BBM Dan Isu Global

Date:

Berita Terkini

BMH Cirebon Gelar Doa Bersama dan Buka Puasa Santri serta Pisah Sambut Amil

Cirebon Qjabar — Dukungan terus dilakukan oleh BMH Cirebon...

Pemkab Tasikmalaya Beri Bonus Atlet Berprestasi dalam Apel Pagi

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar - Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul...

Bupati Cecep Nurul Yakin Dorong Penataan Lahan, Potensi Agraria Kabupaten Tasikmalaya Dinilai Besar

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar - Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep...
spot_imgspot_img

Kota Tasikmalaya, Qjabar – Bertempat di Hotel Harmoni yang ada dibilangan R Ikik Wiradikarta Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya pada Senin (27 April 2026) diselenggarakan Acara Sosialisasi Bagi Masyarakat Untuk mendapatkan BBM bersubsidi yang diselenggarakan oleh BPH Migas.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi XII H Dony Maryadi Oekon, ST, H Udeng dan Kepler Sianturi yang merupakan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Aditya Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan dan peserta yang hadir pada saat tersebut.

Baca juga : Bupati Cecep Nurul Yakin Dorong Penataan Lahan, Potensi Agraria Kabupaten Tasikmalaya Dinilai Besar

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media H Oekon mengatakan ini merupakan Sosialisasi yang diadakan oleh BPH Migas yang merupakan Bimtek tentang bagaimana Surat Rekomendasi untuk bisa menerima Bahan Bakar Subsidi contoh untuk nelayan UMKM bagaimana memprosesnya kalau sekarang di SPBU menggunakan barcode untuk mendapatkan BBM Subsidi tapi nelayan dan UMKM menggunakan Surat Rekomendasi.

Disini peran BPH Migas mensosialisasikan bagaimana memproses Surat Rekomendasi dan hari ini program yang dijalankan di Kota Tasikmalaya.

Lebih lanjut dia mengatakan disinggung masalah situasi hari ini kok aman-aman saja. Dan ini kerjanya Pemerintah untuk menahan situasi ini supaya tidak bermasalah.

Kondisi yang realnya adalah hari ini kita kondisi yang dibilang bahaya tidak juga tapi yang jelas kondisi sekarang sedang tidak baik-baik saja, karena ini merupakan dampak dari geopolitik.

Geopolitik itu dampak dengan 2 point yang pertama mengenai keberadaan dari produk yang kita impor ke Indonesia, yang kedua mengenai harga yang disfalitasnya cukup tinggi dan ini di pikul berat oleh Pemerintah.

Makanya kita kemarin yang nonsubsidi kita lepas bulan April ini terjadi kenaikan yang cukup signifikan disebabkan oleh Kurs Rupiah terhadap Dollar melemah.

Dan apabila tidak terjadi kenaikan maka yang babak belur adalah Pertamina dan yang menjalankan Migas di Indonesia hanya Pertamina dan kalau Pertamina ini rugi ambruk siapa lagi yang akan menjalankan Migas di kita. Dan kalau tidak dinaikkan beban Pertamina ini akan mencapai angka 6 Trilyun per bulan. Dan dihimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhemat menghadapi situasi ini.

 

Reporter : Irfan

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini