BerandaPendidikanKepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjaran Apresiasi Program “Road To School 2026”...

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjaran Apresiasi Program “Road To School 2026” Karang Taruna Kabupaten Bandung

Date:

Berita Terkini

Ini Pendapat Dony Oekon Terkait BBM Dan Isu Global

Kota Tasikmalaya, Qjabar - Bertempat di Hotel Harmoni yang...

BMH Cirebon Gelar Doa Bersama dan Buka Puasa Santri serta Pisah Sambut Amil

Cirebon Qjabar — Dukungan terus dilakukan oleh BMH Cirebon...

Pemkab Tasikmalaya Beri Bonus Atlet Berprestasi dalam Apel Pagi

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar - Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul...

Bupati Cecep Nurul Yakin Dorong Penataan Lahan, Potensi Agraria Kabupaten Tasikmalaya Dinilai Besar

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar - Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung — Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjaran Drs. Iwan Kurniawan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan yang digagas oleh Karang Taruna Kabupaten Bandung melalui program bertajuk Road To School 2026. Program tersebut dinilai sebagai sebuah gebrakan baru yang memberikan warna berbeda dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penguatan karakter dan kemampuan berorganisasi siswa.

Dalam keterangannya, pihak sekolah menilai bahwa program ini merupakan langkah inovatif yang baru pertama kali diimplementasikan secara langsung di lingkungan sekolah. Kehadiran program tersebut mampu menghadirkan akulturasi positif antara budaya belajar di ruang kelas dengan budaya berorganisasi di kalangan pelajar.

“Ini merupakan gebrakan yang luar biasa. Baru kali ini program seperti ini masuk langsung ke sekolah dan mampu menggabungkan dua hal penting, yaitu budaya akademik dan budaya organisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya layak diapresiasi, tetapi juga perlu dikembangkan dan diperluas ke berbagai sekolah lainnya. Baik itu di tingkat SMA maupun SMK, negeri maupun swasta, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa.

Baca juga : Wabup Asep Sopari Al Ayubi Pimpin Peletakan Batu Pertama GDI Leuwisari di Kabupaten Tasikmalaya

Ia juga mengingatkan agar implementasi program tidak berhenti pada tataran formalitas semata. Menurutnya, setiap kegiatan harus memiliki dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh siswa, seperti meningkatnya kesadaran berorganisasi, kepedulian sosial, serta kemampuan kepemimpinan.

“Program ini jangan hanya sebatas formalitas atau sekadar program kerja di atas kertas. Harus ada dampak nyata, misalnya meningkatnya kesadaran sosial siswa, kemampuan berorganisasi, serta keterampilan kepemimpinan,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara organisasi sekolah dan organisasi kemasyarakatan. Tidak semua siswa memiliki kesempatan menjadi pengurus OSIS, sehingga keterlibatan dalam organisasi seperti Karang Taruna menjadi alternatif yang sangat positif untuk mengembangkan potensi diri siswa.

“Kolaborasi ini penting. Siswa bisa aktif di sekolah melalui OSIS, sekaligus terlibat di masyarakat melalui Karang Taruna. Ini akan membentuk karakter yang lebih kuat dan pengalaman yang lebih luas,” jelasnya.

Pada akhirnya, harapan besar dari program ini adalah lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Hal ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, yang menuntut kesiapan sumber daya manusia yang handal dan berdaya saing tinggi.

“Tujuan utama kita tetap pendidikan, yaitu melahirkan manusia-manusia unggulan. Karena Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa SDM yang kuat, berkarakter, dan memiliki kemampuan organisasi yang baik,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Yun.s

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini