Home / Hukum & Politik / “Bandung BEDAS” Bukan Slogan! DPRD Ungkap Makna Sebenarnya di HJKB 385

“Bandung BEDAS” Bukan Slogan! DPRD Ungkap Makna Sebenarnya di HJKB 385

Kabupaten Bandung, Qjabar – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bandung (HJKB) ke-385 berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang mengusung tema “Bandung BEDAS Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman (Bandung Kuat Merawat Warisan, Melaju ke Masa Depan)” ini digelar di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung pada Senin, 20 April 2026.

 

Rapat paripurna tersebut menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Kabupaten Bandung selama hampir empat abad, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya serta mendorong kemajuan daerah di tengah dinamika perkembangan zaman.

 

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzie, serta anggota DPR RI Ahmad Heryawan. Turut hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Barat seperti Tia Fitriani, Humaira, Ahmad, Nisa Ahmad, Asep Samsudin, Nia Kania, Agung, Jajang Rohana, Taopik Hidayat, Saiful Bahri, jajaran anggota DPRD Kabupaten Bandung, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Bandung, serta para tamu undangan lainnya.

Baca juga : HUT Kabupaten Bandung ke-385, KDS Paparkan Capaian dan Arah Baru Pembangunan

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzie menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-385 ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ajang refleksi bersama atas capaian pembangunan yang telah diraih serta tantangan yang masih harus dihadapi ke depan.

 

Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini mengandung makna mendalam, yakni pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan budaya sebagai identitas daerah, sekaligus terus berinovasi untuk menjawab tuntutan zaman. “Bandung BEDAS bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi semangat bersama dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

 

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Kabupaten Bandung. Ia berharap di usia yang ke-385 ini, Kabupaten Bandung dapat semakin memperkuat identitasnya sebagai daerah yang maju namun tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Rapat paripurna ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Bandung, sekaligus harapan agar ke depan daerah ini semakin berkembang, sejahtera, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.

 

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-385 ini pun menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan semangat gotong royong dalam mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, sesuai dengan visi pembangunan yang telah dicanangkan.

 

 

 

Reporter : Yun.s

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *