Cirebon Qjabar – Dunia informasi semakin berkembang yang ditandai dengan era digital dalam teknologi informasi. Penggunaan berbagai alat komunikasi dengan basis digital menjadi pilihan utama dewasa ini. Alat komunikasi digital yang paling banyak digunakan saat ini adalah handphone dan gadget atau juga disebut disebut gawai. Penggunaan alat komunikasi digital ini tidak terbatas pada orang dewasa saja namun sudah menyentuh berbagai lapisan usia dan masyarakat mulai dari kota sampai pelosok pedesaan. Hal ini menunjukkan tingkat kebutuhan masyarakat terhadap media informasi berbasis digital semakin tinggi.
Demikian juga halnya di lingkungan santri Pondok Pesantren Manarussalam Hidayatullah Kota Cirebon, penggunaan handphone dan gadget tidak dapat dihindari lagi terutama sebagai ruang komunikasi antara santri dengan orang tuanya dalam waktu yang sudah dijadwalkan. Sehingga hal ini tidak dapat terelakkan tetap menjadi salah satu kebutuhan yang diperlukan oleh para santri.
Salah satu kekhawatiran saat ini adalah penggunaan media digital handphone dan gadget yang berlebihan dan menjadi ketergantungan. Bahaya ketergantungan media ini sangat merugikan bagi anak seperti halnya bermain game tidak kenal waktu dan yang paling ditakutkan anak-anak membuka berbagai situs yang justru tidak pantas untuk usianya dan berpengaruh negatif terhadap perkembangan pendidikannya. Karena itu penggunaan media digital handphone dan gadget harus dibatasi dan diatur penggunaannya secara tepat.
Baca juga : KDS: Menteri PU Siap Gelontorkan Anggaran Rp220 Miliar untuk Tangani Banjir di Kabupaten Bandung
Menyadari hal tersebut, Pondok Pesantren Manarussalam Hidayatullah Cirebon mengambil langkah yang solutif yaitu memberikan edukasi penggunaan handphone dan gadget yang bermanfaat bagi para santri dengan mengadakan pelatihan “Kreator Konten”. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2026 yang bertempat di ruang kelas pondok pesantren.
Menurut Kang Zaenal salah seorang kreator konten dengan basis kuliner di Wilayah Tiga Cirebon, yang menjadi isntruktur pelatihan memberikan keterangan, bahwa pelatihan ini diadakan agar para santri bijak dalam menggunakan media digital handphone dan gadget yang memang sudah tidak dapat dihindari kebutuhan penggunaannya saat ini. Tujuan utamanya adalah agar para santri dapat memanfaatkan penggunaan media tersebut dengan waktu yang terukur dan tujuan yang pasti serta bermanfaat.
Para santri dilatih menjadi “Kreator Konten” dalam pelatihan ini sebagai langkah untuk menghindari terjadinya dampak negatif dalam penggunaan handphone dan gadget. Melalui pelatihan ini para santri menjadi lebih paham bahwa media digital handphone dan gadget ternyata dapat digunakan untuk manfaat yang lebih besar ke depannya.
Demikian juga yang disampaikan oleh Ust. Khairul Hadi selaku pimpinan Yayasan Manarussalam Cirebon bahwa ke depan melalui pelatihan ini para santri akan diarahkan menjadi satu tim yang tujuannya jelas dan terarah. Para santri yang mengikuti pelatihan ini akan dijadikan sebagai Tim Media Yayasan Manarussalam Cirebon yang bertugas untuk mempublikasikan berbagai kegiatan pondok pesantren kepada masyarakat. Dengan demikian kegiatan-kegiatan di pondok pesantren dapat diketahui secara luas dan menjadi salah satu referensi pendidikan bagi anak-anak ke depannya.
Pelatihan “Kreator Konten” yang dilaksanakan sehari di Yayasan Manarussalam Hidayatullah Cirebon menjawab tantangan saat ini bahwa tidak selamanya media digital seperti handphone dan gadget memiliki dampak negatif terhadap perkembangan pendidikan anak atau santri, namun hal tersebut dapat direkayasa untuk bisa bermanfaat secara positif. Setiap permasalahan dapat kita ubah menjadi tantangan dan peluang.
Reporter : A Juhana




