Kabupaten Bandung, Qjabar – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra, Ir. Aep Dedi, menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui pelaksanaan berbagai kegiatan yang difasilitasi dalam Program E-Pokok Pikiran (E-Pokir). Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kapasitas pemuda sebagai calon pemimpin dan penerus pembangunan daerah.
Ir. Aep Dedi menyampaikan bahwa pemuda memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka perlu mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami bahwa pemuda adalah aset penting bangsa. Mereka yang nantinya akan melanjutkan estafet perjuangan dan kepemimpinan di masa depan. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat menyentuh langsung kalangan pemuda, salah satunya melalui sosialisasi dan forum diskusi seperti ini,” ujarnya, Selasa 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, dalam setiap pelaksanaan Program E-Pokir dirinya berupaya memasukkan kegiatan yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda. Menurutnya, forum diskusi menjadi media yang efektif untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan bangsa, sekaligus mempererat kebersamaan di kalangan pemuda.
“Saya selalu berusaha agar dalam Program E-Pokir tersedia ruang bagi teman-teman pemuda untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, dan membahas berbagai persoalan, baik terkait kebangsaan, pembangunan, maupun masa depan mereka. Hal seperti ini sangat penting agar wawasan pemuda semakin luas,” katanya.
Menanggapi apresiasi dari Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung yang menyebut masih sedikit anggota DPRD yang memfasilitasi kegiatan kepemudaan melalui Program E-Pokir, Ir. Aep Dedi mengaku akan terus menjaga komunikasi dan sinergi dengan organisasi kepemudaan, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan KNPI telah terjalin melalui berbagai kegiatan, baik kegiatan sosial, budaya, maupun forum diskusi kepemudaan yang rutin dilaksanakan.
“Mungkin setiap anggota dewan memiliki fokus dan program masing-masing. Namun khusus di Dapil II, saya terus berupaya hadir dan menjalin komunikasi dengan teman-teman KNPI. Kami sering bertemu dalam berbagai kegiatan sehingga kebersamaan dan sinergi tetap terbangun,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, persaingan dunia kerja, hingga peluang untuk berkiprah di bidang kewirausahaan maupun politik. Karena itu, menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus memberikan ruang yang lebih luas agar pemuda mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Pemuda saat ini hidup di era digital dengan tantangan yang berbeda. Mereka membutuhkan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan ide, meningkatkan kapasitas diri, serta memperoleh kesempatan yang lebih besar di dunia kerja, kewirausahaan, maupun politik. Dengan demikian, mereka akan menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung,” pungkasnya.
Reporter : Yun.s





