KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan Tasyakur Binikmat dalam rangka terselenggaranya Program Normalisasi Sungai Cisungalah sepanjang 5 km di Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Selasa (11/8/2026).
Tasyakur biniknat ini dilaksanakan di lingkungan Komplek SDN Panyadap Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk dengan dihadiri masyarakat sekitar. Jajaran Perangkat Daerah, Forkopimcam Solokanjeruk, para kepala desa se-Kecamatan Solokanjeruk, serta para guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut turut hadir menyambut kehadiran Bupati Bandung.
Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, Bupati Kang Dadang Supriatna yang akrab disapa KDS turut menikmati nasi liwet bersama masyarakat. Ketua Pentahelix Normalisasi Sungai Cisungalah Asep Hana Kirana, Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Dudi Mustopa juga turut menikmati nasi liwet bersama warga sekitar. Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), serta perwakilan pengusaha, di antaranya PT. Kahatex sebagai donatur terbesar dalam program pentahelix juga turut hadir.
Bupati KDS menegaskan bahwa sisa pengerjaan program normalisasi Sungai Cisungalah yang masih menyisakan tiga titik lagi dari 13 titik pengerjaan TPT (Tembok Penahan Tanah) atau tanggul Sungai Cisungalah akan diperbaiki segera dalam beberapa hari kedepan.
Di hadapan masyarakat, KDS langsung mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung untuk segera menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan. DPUTR untuk segera mengirimkan material bangunan untuk mengerjakan tiga TPT atau tanggul Sungai Cisungalah tersebut. Sedangkan 10 titik TPT lainnya sudah selesai dibangun atau dikerjakan melalui program pentahelix.
“Sebab jika tidak segera dibangun atau diperbaiki sangat besar biayanya bila terjadi jebol disaat turun hujan. Makanya, TPT di tiga titik harus segera dibangun, karena ini menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Seperti kejadian lalu, TPT Sungai Cisungalah jebol 3 meter, sekitar 200 rumah terdampak banjir,” ujar Bupati Bandung.
KDS kembali menegaskan TPT yang perlu dilakukan perbaikan atau pembangunan ulang untuk segera dibangun, mumpung masih musim kemarau.
“Tetapi skema pelebaran 8 meter Sungai Cisungalah tetap dijalankan. Wayahna tidak ada pembebasan lahan. Karena tidak cukup hanya dengan pengerukan saja, tetapi harus ada tindaklanjut dalam penanganan banjir Sungai Cisungalah tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa aliran Sungai Cisungalah yang semula dengan kedalaman rata-rata 2 meter, saat ini sudah lebih dalam aliran sungainya ada yang mencapai kedalaman 6 meter.
“Kalau debit airnya lebih tinggi dari hulu Sungai Cisungalah, sehingga harus ada pelebaran sungai. Tapi wayahna, tidak ada pembebasan lahan. Saya berharap Pak Camat dan Pak Kades untuk segera mensosialisasikannya kepada masyarakat,” ujarnya.
KDS juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Tim Pentahelix Kecamatan Solokanjeruk dan meminta untuk membuat laporan dari hasil pengerjaan tersebut supaya diketahui oleh pihak-pihak yang turut membantu dan memberikan bantuan anggaran.
“Kita harus betul-betul transparan. Karena kunci keberhasilan dalam program pentahelix itu amanah dalam melaksanakan tugas,” ucapnya.
Bupati Bandung juga turut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut menyumbang dalam program pentahelix tersebut. Baik dalam bentuk materi, pikiran maupun tenaga. Semoga dicatat menjadi amal baik, karena bagian dari sedekah.
Ia menjelaskan program pentahelix normalisasi Sungai Cisungalah ini sepanjang 5 km, dari muara Sungai Citarik hingga ke hulu Sungai Cisungalah di Desa Bojong Kecamatan Majalaya.
“Kami berharap dengan adanya pengerukan Sungai Cisungalah ini tidak ada banjir dan tanggul jebol lagi di Desa Panyadap dan sekitarnya,” ujarnya.
Baca juga : KDS Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla
KDS mengatakan, program pentahelix ini selain dilaksanakan di Solokanjeruk, juga di Majalaya, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Banjaran dan kecamatan lainnya. Di Kabupaten Bandung ada 12 titik program pentahelix yang sedang berjalan.
“Kami ingin program ini benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.
Menurutnya, gotong royong ini sangat penting, dan berharap bisa dilanjutkan program padat karya oleh pemerintah desa setempat.
Sementara itu, Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengatakan, program pentahelix Sungai Cisungalah ini digagas oleh Bupati Bandung, setelah 15 tahun aliran sungai ini tidak ada penanganan pengerukan.
“Alhamdulillah dengan adanya program pentahelix mendapatkan antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Dengan dana yang terbatas dibarengi dengan gorong royong warga sekitar sangat luar biasa, dari mulai pengerukan sampai pembangunan TPT,” ujarnya.
Camat Prabowo mengatakan masih ada beberapa tanggul atau TPT yang belum bisa diperbaiki. “Kami berharap melalui dukungan Pak Bupati dan dinas terkait bisa segera diselesaikan,” harapnya.
Menurutnya, dari 13 TPT yang ambruk, 10 TPT sudah diselesaikan, sehingga menyisakan tiga TPT lagi yang perlu dilakukan pengerjaan atau perbaikan.
Sama halnya yang dikatakan Ketua Pentahelix Kecamatan Solokanjeruk Asep Hana Kirana. Ia mengatakan, program pentahelix ini adalah program prioritas Bupati Bandung, terkait penanganan banjir aliran Sungai Cisungalah.
“Hari ini dipandang sudah selesai, tetapi belum sempurna. Ada tiga titik lagi tanggul atau TPT dalam pengerjaannya harus kolaborasi dengan dinas maupun BBWS Citarum, karena belum bisa dikerjakan melalui program pentahelix. Sedangkan 10 titik lagi TPT sudah dikerjakan melalui kolaborasi dan swadaya masyarakat sekitar, baik tenaga maupun hal lainnya. Setiap titik TPT yang jebol dikerjakan secara swadaya masyarakat,” ucapnya.
Asep mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, termasuk kepal desa yang sudah bergotong royong bangun tanggul atau TPT.
“TPT yang belum diperbaiki, kami berharap kepada dinas dan BBWS Citarum untuk segera memperbaikinya. Karena khawatir jebol disaat turun hujan dan aliran air sungai meluap. Titik rawan tanggul yang rawan jebol di dua titik di antaranya sepanjang 15 meter dan 26 meter itu, harus segera diperbaiki,” tuturnya.
Asep melaporkan kepada Bupati ada saluran selokan yang tertutup endapan lumpur, sehingga menghambat proses pengairan lahan pertanian. Selain itu ada aliran air Sungai Cisungalah yang belum bisa dilewati alat berat back hoe karena terhalang bangunan.
“Akhirnya dikerjakan dengan cara swadaya atau gotong royong warga masyarakat dengan menggunakan alat manual. Kami berharap alat berat bisa masuk ke lokasi pengerjaan pengerukan,” katanya.
Reporter : Yun.s





