Kabupaten Bandung Qjabar – Peserta Festival Raksa Rupa dari RW 07 Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, berhasil meraih juara kedua melalui penampilan bertema Prabu Siliwangi dan Maung Bodas. Karya tersebut sukses menarik perhatian masyarakat yang hadir dalam festival yang digelar oleh Karang Taruna Desa Sangkanhurip.
Dipimpin oleh Eeng, peserta dari RW 07 beserta karang taruna 07 menampilkan kreasi seni yang mengangkat nilai-nilai sejarah, mitologi, dan kearifan lokal masyarakat Sunda. Penampilan mereka terlihat memukau dan mendapatkan perhatian dari para pengunjung yang menyaksikan langsung kemeriahan Festival Raksa Rupa.
Keberhasilan meraih juara kedua menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga RW 07. Dari berbagai peserta yang menampilkan kreativitas dan keunikan masing-masing, RW 07 mampu menunjukkan bahwa budaya lokal dapat dikemas menjadi pertunjukan yang menarik sekaligus sarat makna, Minggu 11/10/2026.
Dalam festival tersebut, panitia Karang Taruna Desa Sangkanhurip menyediakan penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kekompakan, serta upaya para peserta dalam menampilkan kekayaan seni dan budaya daerah.
Baca juga : BMH Jabar Dukung Kemandirian Pesantren melalui Penanaman Bibit Alpukat dan Kopi
Tema Prabu Siliwangi dan Maung Bodas yang diusung RW 07 bukan sekadar pertunjukan visual, tetapi juga mengandung pesan tentang pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya Sunda.
Prabu Siliwangi dikenal luas dalam tradisi dan cerita sejarah masyarakat Sunda sebagai sosok raja yang erat dikaitkan dengan Kerajaan Sunda atau Pajajaran. Dalam kajian sejarah, sosok tersebut sering dihubungkan dengan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Jayadewata yang memerintah pada 1482–1521.
Sementara itu, Maung Bodas atau harimau putih memiliki tempat tersendiri dalam mitologi dan cerita rakyat Sunda. Dalam sejumlah tradisi lisan, sosok ini dipercaya sebagai simbol kekuatan, keberanian, kesetiaan, serta pendamping spiritual Prabu Siliwangi. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari khazanah folklor yang diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat.
Melalui perpaduan kedua simbol tersebut, peserta RW 07 berupaya menghadirkan kembali nilai-nilai budaya Sunda dalam bentuk karya seni yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Keterlibatan RW 07 bersama karang taruna dalam Festival Raksa Rupa juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui partisipasi aktif masyarakat. Tidak hanya menampilkan kreativitas, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat, tokoh-tokoh yang melegenda, serta simbol budaya yang memiliki arti penting bagi masyarakat Sunda.
Eeng mengatakan, karya yang ditampilkan oleh kelompoknya semata-mata ditujukan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Sunda agar tetap dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, kebudayaan daerah perlu terus dirawat melalui kegiatan kreatif yang melibatkan masyarakat. Dengan demikian, warisan budaya tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi juga dapat terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Keberhasilan RW 07 meraih juara kedua diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya pada masa mendatang.
Festival Raksa Rupa yang digagas Karang Taruna Desa Sangkanhurip pun menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni, budaya, dan identitas lokal. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta menjadi bagian penting dalam menjaga agar budaya Sunda tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Reporter : Yun.s


