Grand Final Duta Baca Kabupaten Bandung 2026, 20 Finalis Siap Jadi Pelopor Literasi Digital

0
4

Kabupaten Bandung Qjabar – Grand Final Duta Baca Kabupaten Bandung Tahun 2026 menjadi momentum untuk mendorong generasi muda semakin melek literasi, khususnya literasi digital. Melalui ajang tersebut, para finalis diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bandung Tahun 2026, Muhammad Nurdin Zulfiqri, mengatakan bahwa grand final tahun ini mengangkat isu literasi digital sebagai salah satu fokus utama dalam menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, literasi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan, mulai dari judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga kemampuan memilah informasi yang beredar di ruang digital.

“Permasalahan-permasalahan di masyarakat sering kali lahir dari ketidaktahuan. Karena itu, penting bagi kita untuk membangun pengetahuan melalui membaca situasi, memahami informasi, dan mencermati berita yang beredar,” ungkap Muhammad Nurdin Zulfiqri.

Ia menjelaskan, sebanyak 20 finalis Duta Baca Kabupaten Bandung Tahun 2026 berasal dari berbagai kecamatan, mulai dari wilayah Rancabali hingga Pangalengan. Keberagaman asal finalis tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan gerakan literasi di Kabupaten Bandung.

Melalui keterlibatan generasi muda dari berbagai wilayah, gerakan literasi diharapkan tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi mampu menjangkau masyarakat hingga lingkungan terkecil.

Para finalis juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai promotor, fasilitator, dan kreator dalam mengembangkan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, literasi tidak sebatas kegiatan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengelola keuangan, serta menjaga lingkungan.

“Bagaimana kita menjadi promotor, fasilitator, dan kreator bagi masyarakat agar senantiasa melek literasi. Dengan begitu, grand final Duta Baca Kabupaten Bandung ini menjadi salah satu gagasan untuk mendorong Kabupaten Bandung yang lebih literat dan berkemajuan,” jelasnya.

Finalis Didorong Hadirkan Program Nyata

Lebih lanjut, Muhammad Nurdin Zulfiqri menegaskan bahwa keberhasilan para finalis tidak hanya diukur dari pencapaian gelar juara, tetapi juga dari kontribusi nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia berharap para finalis, terutama peraih juara pertama, kedua, dan ketiga, dapat menjadi pionir sekaligus inspirator bagi generasi muda lainnya dalam mengembangkan gerakan literasi yang berkelanjutan.

Baca juga : Nasabah Keluhkan Dugaan Perlakuan Tak Menyenangkan di BRI Unit Unsil Tasikmalaya, Klarifikasi Manajemen Dinanti

Menurutnya, dampak kegiatan Duta Baca seharusnya dapat dirasakan mulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tetangga, rukun tetangga (RT), hingga masyarakat di wilayah masing-masing.

“Harapan saya, para juara dan seluruh finalis tetap berkontribusi serta memberikan dampak bagi masyarakat melalui gerakan-gerakan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lingkungan mereka harus bisa merasakan manfaat dari keberadaan Duta Baca,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh finalis memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, meskipun tidak semuanya meraih gelar juara dalam grand final.

Sebelum mencapai babak grand final, para peserta telah menjalani tahapan implementasi program yang mengharuskan mereka turun langsung ke masyarakat. Dalam tahapan tersebut, para finalis didorong merancang dan menjalankan kegiatan literasi sesuai dengan kebutuhan serta persoalan yang ditemukan di lingkungannya.

Program-program yang dikembangkan mencakup berbagai bidang, mulai dari literasi digital, literasi finansial, hingga literasi lingkungan. Bahkan, sejumlah peserta didorong untuk membentuk komunitas baru sebagai wadah untuk memperluas gerakan literasi.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa ajang Duta Baca tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya inisiatif dan gerakan sosial yang berkelanjutan.

Membangun Kabupaten Bandung yang Lebih Literat

Muhammad Nurdin Zulfiqri berharap, keberadaan Duta Baca Kabupaten Bandung Tahun 2026 dapat menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun budaya membaca, meningkatkan kecakapan digital, dan memperkuat kemampuan masyarakat menghadapi berbagai persoalan.

Ia menilai, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan apabila dibekali pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Karena itu, para finalis diharapkan tidak berhenti setelah pelaksanaan grand final. Sebaliknya, mereka perlu terus mengembangkan program, membangun kolaborasi, serta menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Melalui gerakan yang konsisten dan merata, Duta Baca Kabupaten Bandung diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut berkontribusi dalam memajukan literasi.

Dengan demikian, grand final Duta Baca Kabupaten Bandung 2026 bukan sekadar ajang pemilihan figur terbaik, melainkan juga langkah strategis untuk melahirkan generasi muda yang cakap berliterasi, kritis dalam menerima informasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung.

 

Reporter : Yun s

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini