BerandaBirokrasiKIM Bojongsoang Didorong Jadi Garda Terdepan Informasi dan Digitalisasi Desa

KIM Bojongsoang Didorong Jadi Garda Terdepan Informasi dan Digitalisasi Desa

Date:

Berita Terkini

Dadang Ilyas: Pengurus PPDI Harus Solid dan Siap Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kabupaten Bandung, Qjabar – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja FPP, Dorong Penguatan Peran Pesantren

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin...

Bupati Cecep dan Wabup Asep Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan Pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan...

Bupati Tasikmalaya Buka Training Center MTQH Jabar 2026, Targetkan Tasik Jadi Kabupaten Qur’an

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Kabupaten Tasikmalaya Dr. H....
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai ujung tombak diseminasi informasi desa serta barometer edukasi masyarakat. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas KIM di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang pada Senin (17/11), para pengurus dan anggota KIM dibekali konsep literasi digital, strategi pengembangan potensi desa, serta penguatan kelembagaan.

KIM dipandang penting sebagai corong penyampaian informasi desa, termasuk peran strategisnya dalam menangkal hoaks yang marak di media sosial. Oleh sebab itu, pelayanan informasi yang dijalankan KIM pun idealnya memperoleh dukungan melalui anggaran desa. Mulai 2026, Diskominfo Kabupaten Bandung juga akan memetakan seluruh desa untuk memastikan keberadaan dan keberlanjutan KIM di tiap wilayah.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi menyampaikan bahwa KIM harus berkembang sebagai lembaga yang memiliki daya jual dan mampu mengangkat potensi desanya. Ia menekankan bahwa kemajuan KIM bergantung pada komitmen desa untuk memperkuat fungsi lembaga ini.

“KIM harus berkembang, memiliki daya jual, dan komitmen dari desa untuk desa itu sendiri. KIM harus bisa mengangkat nilai jual potensi desanya,” ujar Teguh.

Ia juga menjelaskan bahwa Bojongsoang memiliki modal sejarah, termasuk keberadaan radio desa di masa lalu yang bisa diintegrasikan dengan radio milik Kabupaten Bandung untuk memperluas jangkauan informasi.

“Pada 2026, kami akan memetakan seluruh desa, apakah sudah memiliki KIM atau belum. Bojongsoang ini sudah berjalan, bahkan dulu punya radio. Ini bisa diintegrasikan untuk melihat apa yang bisa diangkat dari Bojongsoang,” jelasnya.

Dalam konteks digitalisasi, Teguh menegaskan bahwa tantangan KIM semakin besar karena masyarakat, terutama generasi muda, telah terbiasa hidup di dunia digital sejak pandemi.

Ia menambahkan bahwa Diskominfo telah menyiapkan platform digitalisasi hingga tingkat RW yang dapat dimanfaatkan KIM dalam memperkuat layanan informasi desa. Ia juga menyampaikan kesiapan Diskominfo untuk mendampingi KIM dalam pembuatan video desa sesuai gagasan Kementerian Desa.

“Kami siap membimbing pembuatan video yang menginformasikan kemajuan desa. Mudah-mudahan KIM Motekar Bojongsoang bisa mengikuti kegiatan tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional seperti KIM Cerdas Tarumajaya,” harapnya.

Sementara itu, narasumber Pranata Humas Ahli Muda, Adhi Nur Indra menekankan bahwa perkembangan KIM tidak semata ditentukan oleh alat atau anggaran, melainkan pola pikir, kreativitas, dan kepekaan terhadap masalah desa. Ia mencontohkan KIM Tarumajaya yang mampu tumbuh berkat pendekatan berbasis data dan kemampuan mengubah persoalan menjadi peluang, termasuk kerja sama layanan penjemputan paket dengan pihak swasta.

Adhi juga mengajak KIM Motekar Bojongsoang untuk memperkaya cara penyampaian informasi, baik melalui narasi maupun video YouTube, serta memastikan bahwa setiap konten benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

“Walau KIM Bojongsoang masih dalam tahap awal, langkah kecil yang konsisten akan memberi dampak besar bagi kemajuan desa,” jelas Adhi.

Dari sisi pemerintah desa, Kepala Desa Bojongsoang, Acep Syahrul Mulyaman memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas KIM. Ia berharap KIM Motekar Bojongsoang dapat mengikuti jejak KIM Cerdas Tarumajaya yang bisa berprestasi di tingkat nasional.

Menurutnya, Bojongsoang memiliki modal motivasi dan keunggulan desa yang dapat menjadi kekuatan untuk bersaing di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

 

 

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)

 

 

Reporter : Yun.s

 

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini