Home / Sosial Budaya / Gema Tauhid Menggetarkan Jantung Kota, Festival Nadzom Satukan DKM Se-Kota Tasikmalaya

Gema Tauhid Menggetarkan Jantung Kota, Festival Nadzom Satukan DKM Se-Kota Tasikmalaya

Kota Tasik Qjabar – Jantung Kota Tasikmalaya berdenyut berbeda pada Ahad, 28 Desember 2025. Bukan oleh hiruk pikuk kendaraan, melainkan oleh lantunan Nadzom Tauhid yang menggema khidmat dari Taman Kota Tasikmalaya, sepanjang Jalan HZ Mustofa.

Festival Nadzom Tauhid DKM Se-Kota Tasikmalaya sukses menyedot perhatian masyarakat dan menjadi magnet spiritual di ruang publik.

Ratusan pengurus dan jamaah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari seluruh kecamatan larut dalam syair pujian kepada Allah SWT.

Lantunan nadzom yang sarat nilai tauhid dan akhlak itu tak hanya diperlombakan, tetapi menjadi pesan dakwah yang hidup mengalir, menyentuh, dan menyatukan.

Baca juga:Ketua DPC BMI Kota Tasik, Asep R. Andriana, Mengecam Keras Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Aminudin, menegaskan bahwa Festival Nadzom Tauhid adalah benteng akidah sekaligus bukti bahwa dakwah kultural tetap relevan di tengah modernitas.

“Nadzom tauhid bukan sekadar seni. Ini dakwah yang menanamkan tauhid, membentuk akhlak, dan menguatkan persatuan umat. Masjid harus hadir di tengah masyarakat, hidup, dan memberi solusi,” tegasnya.

Festival ini memperlihatkan wajah Islam yang damai, berbudaya, dan membumi. Dari perlombaan nadzom tauhid antar-DKM, riyadhah, istighosah, munajat, hingga tausiyah, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus mengokohkan ukhuwah Islamiyah.

Baca juga:Miris.!! Jurnalis Alami Kekerasan Saat Konfirmasi di Salah Satu SMPN di Kota Tasikmalaya

Tak berhenti pada dimensi spiritual, Festival Nadzom Tauhid juga menegaskan kepedulian sosial. Aksi penggalangan dana kemanusiaan digelar untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan wilayah terdampak longsor lainnya membuktikan bahwa dakwah dan kepedulian berjalan beriringan.

Pada momentum ini, DKM Se-Kota Tasikmalaya kembali meneguhkan komitmennya melalui Program Wahana Hafiz (Wahnuhfid) pembinaan hafiz dan hafizah 30 juz yang menguasai bacaan dan pemahaman Al-Qur’an secara utuh (lafdzan wa ma’nan bil ghoib). Program ini diproyeksikan melahirkan duta-duta Qur’ani asli daerah untuk ajang MTQ, tanpa bergantung pada peserta dari luar kota.

Festival Nadzom Tauhid bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi penegasan identitas Tasikmalaya sebagai kota religius, tempat tauhid dirawat, tradisi dijaga, dan persatuan umat diperkuat—bahkan di tengah lalu lalang pusat kota.(Andri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *