BerandaDaerahKetua DPC BMI Kota Tasik, Asep R. Andriana, Mengecam Keras Dugaan Kekerasan...

Ketua DPC BMI Kota Tasik, Asep R. Andriana, Mengecam Keras Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan

Date:

Berita Terkini

Dadang Ilyas: Pengurus PPDI Harus Solid dan Siap Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kabupaten Bandung, Qjabar – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja FPP, Dorong Penguatan Peran Pesantren

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin...

Bupati Cecep dan Wabup Asep Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan Pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan...

Bupati Tasikmalaya Buka Training Center MTQH Jabar 2026, Targetkan Tasik Jadi Kabupaten Qur’an

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Kabupaten Tasikmalaya Dr. H....
spot_imgspot_img

Tasikmalaya Qjabar – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Banteng Muda Indonesia (DPC BMI) Kota Tasikmalaya, Asep R. Andriana, mengecam keras dugaan tindakan kekerasan dan intimidasi yang dialami seorang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan sekolah negeri di Kota Tasikmalaya.Rabu 24 Desember 2025.

Asep R. Andriana menegaskan bahwa wartawan datang ke sekolah untuk menjalankan tugas profesional, yakni melakukan konfirmasi demi menghadirkan informasi yang berimbang kepada publik. Namun, proses konfirmasi tersebut justru diduga berujung pada tindakan yang tidak semestinya.

“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap wartawan. Jika benar terjadi, ini adalah tindakan yang mencederai kebebasan pers dan nilai-nilai pendidikan. Konfirmasi bukan ancaman, melainkan bagian dari kontrol sosial yang dijamin undang-undang,” tegas Asep R. Andriana.

Baca juga:Kolaborasi RSUD KHZ Mustofa–Dinkes Tasikmalaya, 962 Karyawan Ikuti Skrining Kesehatan

Menurutnya, sikap enggan dikonfirmasi yang kemudian diduga berujung pada tindakan anarkis menunjukkan lemahnya pemahaman etika pelayanan publik, khususnya di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi dialog, keterbukaan, dan keteladanan.

“Sekolah negeri adalah ruang publik. Tidak boleh ada sikap antikritik, apalagi tindakan intimidatif. Dunia pendidikan harus memberi contoh penyelesaian masalah secara beradab, bukan dengan emosi,” lanjutnya.

Asep juga mendesak Dinas Pendidikan dan DPRD Kota Tasikmalaya untuk segera mengambil langkah konkret dengan melakukan klarifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga:Miris.!! Jurnalis Alami Kekerasan Saat Konfirmasi di Salah Satu SMPN di Kota Tasikmalaya

“Kami meminta persoalan ini ditangani secara objektif, transparan, dan berkeadilan. Jangan sampai ada pembiaran yang justru menciptakan ketakutan bagi wartawan maupun masyarakat yang ingin menyampaikan kritik,” pungkasnya.

DPC BMI Kota Tasikmalaya menyatakan solidaritas penuh kepada insan pers dan berkomitmen mengawal kasus ini sebagai bagian dari perjuangan menjaga demokrasi, kebebasan pers, dan kepentingan publik.(Ek)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini