Tasikmalaya, Qjabar – Kondisi ruas Jalan Batulawang-Sukarame yang berada di wilayah Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, saat ini memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi akses penghubung sekaligus jalur alternatif menuju wilayah Kecamatan Karangnunggal dan Kecamatan Cikatomas tersebut mengalami kerusakan cukup parah.
Kerusakan jalan diperkirakan membentang sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sejumlah bagian badan jalan mengalami kerusakan dan berlubang, sehingga mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Padahal, Jalan Batulawang-Sukarame merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan. Selain menjadi akses mobilitas masyarakat antarkecamatan, jalur tersebut juga kerap dimanfaatkan sebagai jalan alternatif menuju kawasan wisata Pangandaran.
Kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak terhadap pengguna kendaraan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian masyarakat sekitar. Warga yang mengandalkan akses jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mengaku harus menghadapi kondisi jalan yang kurang mendukung.
Kepala Desa Setiawaras, Asep Kusmawan, S.IP., mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan tersebut. Menurutnya, akses jalan yang baik sangat erat kaitannya dengan kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
“Saya sebagai kepala desa sangat prihatin dengan kondisi jalan yang rusak ini. Banyak warga yang hendak menjual atau mengangkut hasil panennya menjadi terganggu karena kondisi jalan yang rusak dan berlubang,” ujar Asep.
Ia menegaskan, kelancaran roda perekonomian masyarakat tidak terlepas dari tersedianya infrastruktur jalan yang layak. Jalan menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk membawa hasil pertanian, menjalankan aktivitas perdagangan, maupun bepergian menuju wilayah lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi masyarakat sangat berkaitan erat dengan akses jalan. Kalau akses jalannya bagus dan lancar, tentunya aktivitas masyarakat juga akan lebih mudah dan perekonomian bisa berkembang,” tambahnya.
Menurut Asep, keberadaan ruas jalan tersebut juga memiliki potensi strategis karena menjadi salah satu jalur alternatif menuju objek wisata Pangandaran. Apabila kondisi jalan diperbaiki dan lebih nyaman dilalui, diperkirakan mobilitas kendaraan akan semakin meningkat.
“Bukan hanya itu, jalan ini juga menjadi salah satu jalan alternatif menuju objek wisata Pangandaran. Kalau jalannya bagus, tentunya akan semakin ramai dilalui kendaraan. Masyarakat yang berjualan di sepanjang jalan ini juga bisa mendapatkan manfaat karena semakin banyak pengguna jalan yang datang dan berbelanja,” jelasnya.
Asep berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui instansi terkait dapat segera memberikan perhatian terhadap kondisi ruas jalan tersebut. Ia berharap perbaikan tidak harus menunggu kerusakan semakin parah karena menurutnya ruas jalan tersebut pada dasarnya masih dapat ditangani melalui perawatan dan perbaikan.
“Saya berharap kepada pemerintah yang terkait, khususnya kepada Yth. Bupati Tasikmalaya dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/Bina Marga, agar secepatnya memberikan perhatian dan melakukan perbaikan terhadap jalan ini. Jalan ini sebenarnya hanya membutuhkan perawatan dan perbaikan agar kembali nyaman digunakan masyarakat,” pungkasnya.
Warga berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti pemerintah. Sebab, selain menyangkut kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, perbaikan infrastruktur Jalan Batulawang-Sukarame dinilai penting untuk menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan, mobilitas warga, serta membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Reporter: Irfan





