Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Pembinaan Kerukunan Beragama Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya,” Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparat pemerintahan desa, hingga unsur Muspika Kecamatan Sukarame. Selain itu, turut hadir Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Tasikmalaya Sinta Sopia serta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Asep Darisman.
Pembinaan kerukunan beragama ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman yang ada di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, memperkuat sikap saling menghormati, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik sosial yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Asep Darisman, mengatakan bahwa kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, keharmonisan antarwarga harus terus dipelihara melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai.
“Kerukunan umat beragama harus terus dijaga bersama. Perbedaan yang ada jangan sampai menjadi pemicu perpecahan, melainkan harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” ujar Asep.
Ia menambahkan, kegiatan pembinaan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Selain itu, Asep menegaskan bahwa peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemuda sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencegah munculnya gesekan sosial maupun paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat semangat toleransi,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Tasikmalaya Hj. Sinta Sofia, S.E,. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya memiliki budaya gotong royong dan kebersamaan yang kuat sehingga perlu terus dijaga melalui berbagai kegiatan pembinaan dan edukasi sosial.
Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya kegiatan serta berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap tercipta kehidupan masyarakat yang semakin harmonis, toleran, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. (Day)





