Subang, QJabar, – Pimpinan Sanggar Tari Kapiraray, Endang Rosmiati, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi gemilang yang diraih salah satu anak didiknya, Yara Calista Divirzha, yang menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara apresiasi siswa berprestasi yang digelar di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Selasa, 2 Juni 2026. Yara menjadi salah satu siswa yang mendapat penghargaan berkat sederet prestasi membanggakan yang telah diraihnya di bidang seni tari.
Sebagai siswi sekolah dasar sekaligus peserta didik Sanggar Tari Kapiraray, Yara telah menunjukkan kemampuan luar biasa melalui berbagai kompetisi seni tari, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga internasional.
Puncak prestasinya diraih saat mengikuti Asia Art Festival 2026 yang berlangsung pada 26 April 2026 di Gedung Usmar Ismail Hall. Dalam ajang bergengsi tersebut, Yara berhasil meraih Juara Umum I Solo Dance serta memperoleh Gold Medal dengan skor tertinggi.
Atas pencapaian tersebut, Yara dipercaya menjadi Duta Indonesia untuk tampil dalam kegiatan internasional SOTA Concert Hall & Drama Theatre Singapore yang akan berlangsung pada 6–12 Juli 2026 mendatang.
Menurut Endang Rosmiati, keberhasilan Yara merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui dengan penuh kerja keras, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap seni budaya bangsa.
“Prestasi ini bukan hanya kemenangan pribadi bagi Yara, tetapi juga bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya mampu membawa anak-anak Indonesia tampil di panggung dunia. Melalui setiap gerakan tari yang dibawakan dengan penuh penghayatan, Yara berhasil mengenalkan Sanggar Kapiraray ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Endang mengaku terharu melihat perjuangan yang telah dilalui selama proses pembinaan di sanggar. Berbagai keterbatasan, termasuk belum memiliki tempat latihan yang memadai, tidak menyurutkan semangat para pelatih dan peserta didik untuk terus berlatih.
“Kami sangat terharu. Latihan dilakukan setiap sore bahkan hingga malam hari. Kami juga beberapa kali harus berpindah tempat dan menyewa lokasi agar anak-anak tetap bisa berlatih. Alhamdulillah, kerja keras tersebut kini membuahkan hasil yang membanggakan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Yara merupakan kebanggaan bersama bagi seluruh keluarga besar Sanggar Kapiraray, para pelatih, orang tua, dan rekan-rekan sesama peserta didik yang selama ini memberikan dukungan.
Pada kesempatan tersebut, Endang juga berharap Pemerintah Kabupaten Subang dapat memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan seni budaya daerah, khususnya dalam membantu mewujudkan fasilitas sanggar yang lebih layak.
“Kami berharap pemerintah dapat mendorong dan membantu dalam bentuk dukungan nyata agar impian memiliki sanggar yang representatif dapat terwujud. Dengan fasilitas yang memadai, kami optimistis dapat melahirkan lebih banyak generasi berprestasi,” ungkapnya.
Ke depan, Sanggar Tari Kapiraray berkomitmen untuk terus membina generasi muda dalam melestarikan seni tari tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
“Setiap tarian yang dipentaskan adalah cara kami mengenalkan sekaligus menjaga jati diri bangsa Indonesia. Karena itu, pembinaan terhadap generasi muda akan terus kami lakukan,” pungkas Endang.
Reporter: Sutia.





