BerandaArtikel & ProfilMusisi dan Aktivis John Tobing, Pencipta Darah Juang, Tutup Usia

Musisi dan Aktivis John Tobing, Pencipta Darah Juang, Tutup Usia

Date:

Berita Terkini

Ketua KNPI PK Soreang Alvio Gustaf Nugraha Siapkan Strategi Satukan Pemuda dan Tekan Pengangguran

Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia...

BKC Bupati Cup 2 Resmi Digelar, Tekankan Sportivitas dan Mental Juara

TASIKMALAYA, QJabar – Kejuaraan Antar Dojo Bandung Karate Club...

BMH Cirebon Bersama KKN UIN Siber Syekh Nurjati Hadirkan Indonesia Bercerita di Desa Sambeng

Cirebon Qjabar – Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai...

Muscam KNPI Kecamatan Soreang Digelar, Alvio Gustaf Nugraha Terpilih Pimpin Periode 2026–2029

Kabupaten Bandung, Qjabar – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional...
spot_imgspot_img

Yogyakarta, QJabar – Dunia musik dan gerakan aktivisme Indonesia berduka atas berpulangnya Johnsony Maharsak Lumbantobing, atau yang lebih dikenal sebagai John Tobing, pencipta lagu legendaris Darah Juang. Ia meninggal dunia pada Rabu malam, 25 Februari 2026, di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekitar pukul 20.45 WIB.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan melalui akun Instagram Kagama Channel, wadah alumni UGM. “Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak John Tobing, Alumni Fakultas Filsafat UGM 1986. Semoga amal bakti beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan,” tulis Kagama Channel.

Kepergian John Tobing meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang pernah menyanyikan karyanya di jalanan perjuangan. Lagu Darah Juang yang diciptakannya telah menjadi simbol perlawanan dan solidaritas, serta terus bergema dalam berbagai gerakan mahasiswa dan sosial di Indonesia.

Sebagai alumni Fakultas Filsafat UGM, John Tobing dikenal aktif dalam gerakan sosial dan menggunakan musik sebagai medium perjuangan. Warisan karyanya diyakini akan tetap hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

Kini, John Tobing memang telah tiada. Namun warisannya tetap hidup. Setiap kali Darah Juang dinyanyikan, entah di kampus, di jalanan, atau di ruang diskusi kecil, semangatnya kembali hadir. Ia mungkin telah pergi, tetapi suaranya akan terus bergema, menjadi pengingat bahwa perjuangan tak pernah benar-benar usai. (Day)

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini