BerandaHukum & KriminalPemuda Hidayatullah Berikan Dukungan Penuh Kepada Jusuf Kalla dan Sebut Tuduhan Penistaan...

Pemuda Hidayatullah Berikan Dukungan Penuh Kepada Jusuf Kalla dan Sebut Tuduhan Penistaan Salah Kaprah

Date:

Berita Terkini

Proyek Bronjong di Jayaratu Disorot, Pemilik Lahan Mengaku Belum Terima Ganti Rugi

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pelaksanaan penanganan darurat bencana tanah...

Ketua Harian APKASI Sampaikan Aspirasi Fiskal Daerah ke Komisi II DPR RI

Jakarta Qjabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mengusulkan penguatan...

911 Anggota BPD Dilantik, KDS Titip Tanggung Jawab Besar untuk Masa Depan Desa

Kabupaten Bandung Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS)...

Kabid PAUD Disdik Kabupaten Bandung: Perizinan Menjadi Fondasi Legalitas dan Mutu Lembaga Pendidikan

Kabupaten Bandung, Qjabar – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung memberikan...
spot_imgspot_img

JAKARTA Qjabar – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menggelar pertemuan silaturahmi bersama sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) di kediaman pribadinya pada Sabtu, 18 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, JK memberikan klarifikasi langsung terkait tuduhan penistaan agama yang dialamatkan kepadanya oleh Pengurus Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (PP GAMKI).

 

Menanggapi polemik tersebut, ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago yang turut hadir menyatakan dukungan moral dan pembelaan tegas terhadap Jusuf Kalla. Mereka menilai tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga mengabaikan rekam jejak JK sebagai tokoh perdamaian bangsa

 

Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago, menegaskan bahwa pihaknya berdiri bersama Jusuf Kalla dalam menghadapi tuduhan ini. Ia menyatakan bahwa narasi penistaan yang beredar merupakan bentuk kesalahpahaman yang sangat jauh dari fakta sebenarnya.

 

“Kami hadir hari ini untuk memberikan dukungan penuh kepada Bapak Jusuf Kalla. Setelah mendengar penjelasan beliau secara komprehensif, kami berpandangan bahwa tuduhan penistaan agama ini adalah tidak benar dan salah kaprah. Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang mencoba memelintir narasi sejarah perdamaian yang beliau bangun,” tegas Hanifuddin di sela-sela pertemuan.

Baca juga : 270 Kepala Desa Serta Lurah Ikuti Upacara Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti

 

Hanifuddin juga menambahkan bahwa sosok JK adalah aset bangsa dalam hal rekonsiliasi. “Pernyataan beliau seharusnya diletakkan dalam konteks edukasi sejarah dan semangat menjaga harmoni, bukan justru dipolitisasi sebagai penistaan,” lanjutnya.

 

*Duduk Perkara dan Klarifikasi*

 

Tuduhan ini bermula dari pernyataan JK mengenai konflik masa lalu di Maluku dan Poso yang turut menyinggung nama Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). JK menjelaskan bahwa apa yang ia sampaikan adalah refleksi sejarah agar bangsa Indonesia dapat memetik pelajaran dari peristiwa masa lalu melalui perspektif perdamaian seperti Perjanjian Malino.

 

JK menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat sejarah agar bangsa Indonesia tidak terjatuh ke lubang yang sama di masa depan.

 

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antar organisasi kepemudaan untuk terus menjaga kondusivitas nasional. Pemuda Hidayatullah bersama OKP lainnya sepakat untuk terus mengawal isu ini agar tidak terjadi fragmentasi sosial akibat informasi yang tidak akurat. [Reporter : Mohammad Jundy, M.Sos. Kadep Polhukam PP Pemuda Hidayatullah).

 

Reporter : A Juhana

 

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini