BerandaBirokrasiSilaturahmi dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Asep Romy Romaya Dorong Pemuda Kabupaten Bandung...

Silaturahmi dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Asep Romy Romaya Dorong Pemuda Kabupaten Bandung Pahami Jaminan Sosial

Date:

Berita Terkini

KDS: Kepala Sekolah Harus Profesional, Digital, dan Berintegritas

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan...

Dua KDMP Menjepit Kantor Camat Padalarang, KBB: Ada Juga Yang Di Gunung? Ini Perencanaan Atau Permainan?

Catatan Oleh Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn Ada yang aneh terjadi di Kabupaten...

Atasi 1.820 Ton Sampah per Hari, KDS Dorong Inovasi MOTAH

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengapresiasi...

KDS Dorong Digitalisasi UMKM dan Koperasi melalui Toko Digital Bedas

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna meluncurkan...

Jalan Batulawang-Sukarame Rusak Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Lakukan Perbaikan

Tasikmalaya, Qjabar – Kondisi ruas Jalan Batulawang-Sukarame yang berada...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Silaturahmi dan Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi Pemuda Kabupaten Bandung yang digelar di Kampung BEDAS Tegalluar, Kabupaten Bandung.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi bagi para pemuda, khususnya para pelaku organisasi kepemudaan, Karang Taruna, OKP, serta berbagai elemen masyarakat lainnya untuk memahami pentingnya memiliki perlindungan sosial ketika menjalankan aktivitas pekerjaan maupun kegiatan ekonomi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB H. Asep Romy Romaya, Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si., jajaran Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang, Ketua KNPI, Ketua Karang Taruna, Kepala Desa Tegalluar, Camat Bojongsoang, Camat Ciparay, para pimpinan OKP, serta sejumlah tamu undangan lainnya, Kamis 13 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Romy Romaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir. Menurutnya, kegiatan sosialisasi menjadi penting karena masih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang belum memahami secara utuh manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia menilai pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain menjadi generasi penerus, pemuda juga banyak yang telah masuk ke dunia kerja, menjalankan usaha mandiri, menjadi pekerja informal, maupun aktif dalam berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, menurut Asep, pemahaman mengenai jaminan sosial harus terus diperluas agar para pemuda tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan.

“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan para pemuda yang telah hadir. Kami berharap melalui kegiatan ini pemahaman mengenai BPJS Ketenagakerjaan semakin baik, sehingga para pemuda mengetahui hak dan manfaat yang bisa mereka peroleh dari program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar sosialisasi tidak berhenti pada kegiatan formal semata. Menurutnya, informasi mengenai jaminan sosial perlu diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas melalui organisasi kepemudaan, Karang Taruna, OKP, pemerintah desa hingga komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Bandung.

Dengan semakin banyak masyarakat yang menjadi peserta, diharapkan perlindungan terhadap pekerja di Kabupaten Bandung dapat semakin kuat.

Sementara itu, Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dadang Supriatna, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia serta peningkatan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Bupati juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, BPJS Ketenagakerjaan, organisasi kepemudaan, Karang Taruna, pemerintah kecamatan dan desa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Baca juga :

Ia berharap para pemuda Kabupaten Bandung dapat menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan kepada lingkungan masing-masing.

“Pemuda harus terus kita dorong agar memiliki kemandirian, baik dalam bidang ekonomi maupun dalam membangun masa depan. Perlindungan jaminan sosial menjadi salah satu bagian penting agar masyarakat yang bekerja maupun menjalankan usaha memiliki rasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” kata Dadang.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojongsoang, Dani Afandi, turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program BPJS Ketenagakerjaan beserta manfaat yang dapat diperoleh peserta.

Dani menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan perlindungan kepada para pekerja dari berbagai risiko yang mungkin terjadi selama menjalankan aktivitas pekerjaan.

Program-program yang disosialisasikan antara lain perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta program jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Dani, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya penting bagi pekerja formal yang bekerja di perusahaan, tetapi juga bagi pekerja informal dan masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi secara mandiri.

Ia menekankan bahwa risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya.

“Melalui sosialisasi ini kami berharap para pemuda dapat memahami program BPJS Ketenagakerjaan dan manfaatnya. Kami juga berharap informasi ini dapat diteruskan kepada rekan-rekan pemuda, pekerja, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Dani.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung BEDAS Tegalluar tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dengan organisasi kepemudaan. Kehadiran KNPI, Karang Taruna dan berbagai OKP menunjukkan bahwa kalangan pemuda memiliki perhatian terhadap isu perlindungan sosial dan kesejahteraan pekerja.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan jaminan sosial ketenagakerjaan. Interaksi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah dan seluruh pihak terkait berharap semakin banyak pemuda di Kabupaten Bandung yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial.

Tidak hanya sebagai penerima informasi, para pemuda juga diharapkan mampu menjadi agen sosialisasi di tengah masyarakat sehingga semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya perlindungan sosial.

Kolaborasi antara DPR RI, Pemerintah Kabupaten Bandung, BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah kecamatan dan desa, KNPI, Karang Taruna serta OKP pun diharapkan dapat terus berlanjut. Dengan sinergi tersebut, perlindungan terhadap pekerja sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung dapat semakin optimal.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini