Kabupaten Bandung Qjabar – Keberadaan peternakan ayam petelur yang berdekatan dengan permukiman warga dikeluhkan masyarakat. Warga mengaku terganggu oleh bau tidak sedap yang menyengat serta banyaknya lalat yang mulai menyebar ke lingkungan sekitar.
Keluhan tersebut disampaikan Ipan yang mewakili warga RT 01 RW 24, Desa Sangkanhurip . Ia mengungkapkan, lokasi peternakan yang berdampingan dengan rumahnya membuat aktivitas sehari-hari terganggu akibat bau menyengat yang diduga berasal dari peternakan ayam petelur tersebut.
Baca juga : Angkat Tema Prabu Siliwangi dan Maung Bodas, RW 07 Sangkanhurip Raih Juara Kedua Festival Raksa Rupa
Menurut Ipan, persoalan tidak hanya berkaitan dengan bau, tetapi juga jumlah pekerja yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal bersama kelompok tani.
“Awalnya disepakati akan ada 10 orang yang bekerja, tetapi kenyataannya hanya satu atau dua orang. Akibatnya, kondisi peternakan ini sangat terasa dampaknya bagi warga sekitar,” ungkap Ipan.
Ia menambahkan, saat ini keberadaan lalat semakin banyak dan mulai menyebar ke rumah-rumah warga. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait kenyamanan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Ipan berharap pihak terkait segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi peternakan tersebut, termasuk mengevaluasi kesesuaian lokasi dan pengelolaannya dengan lingkungan permukiman warga.
Menurutnya, peternakan ayam petelur seharusnya ditempatkan di lokasi yang sesuai, dengan mempertimbangkan jarak dari permukiman serta dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.
“Kami mohon bantuan agar persoalan ini segera ditangani. Kalau memang keberadaan peternakan ini tidak sesuai dengan lingkungan permukiman, kami berharap bisa dihentikan atau dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan jauh dari rumah warga,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, serta dinas terkait segera melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah yang diperlukan agar keluhan masyarakat tidak berlarut-larut.
Hingga ada penanganan yang jelas, warga berharap aktivitas peternakan tersebut memperhatikan kebersihan, pengelolaan limbah, pengendalian lalat, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Reporter : Yun.s


