Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Sebanyak 220 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan disalurkan kepada para pengayuh becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tasikmalaya.
Penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Pendopo Baru Bupati Tasikmalaya.
Kegiatan penyaluran tidak hanya berupa penyerahan unit becak listrik kepada penerima manfaat. Para pengayuh becak yang mendapatkan bantuan terlebih dahulu akan mengikuti pelatihan mengenai penggunaan dan pengoperasian becak listrik.
Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian program agar para penerima memahami cara menggunakan kendaraan bantuan tersebut secara aman dan sesuai dengan ketentuan pengoperasiannya.
Sebanyak 220 unit becak listrik yang akan disalurkan tersebut diproduksi oleh PT Pindad dan disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).
Bantuan ini ditujukan bagi para pengayuh becak lansia yang hingga saat ini masih aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Diharapkan Kurangi Beban Fisik Pengayuh Lansia
Para pengayuh becak merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih mengandalkan aktivitas mengayuh becak sebagai sumber penghasilan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengayuh yang telah memasuki usia lanjut.
Dengan adanya becak listrik, para penerima diharapkan dapat lebih terbantu dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.
Penggunaan tenaga listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik yang selama ini harus dikeluarkan pengayuh ketika menjalankan becak, terutama saat membawa penumpang maupun melintasi jalan dengan kondisi tertentu.
Program tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu para pengayuh lansia tetap menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih mudah.
Diawali Pelatihan Pengoperasian
Rangkaian penyaluran bantuan akan diawali dengan kegiatan pelatihan bagi para penerima manfaat.
Dalam pelatihan tersebut, penerima akan mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan dan pengoperasian becak listrik, sehingga kendaraan yang diterima dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pelatihan menjadi tahapan penting mengingat becak listrik memiliki sistem pengoperasian yang berbeda dengan becak konvensional yang selama ini digunakan para pengayuh.
Setelah mengikuti pelatihan, sebanyak 220 unit becak listrik tersebut kemudian diserahkan kepada para pengayuh becak lansia penerima manfaat.
Penyaluran dilakukan secara langsung dalam rangkaian kegiatan yang dijadwalkan hari besok berlangsung di Pendopo Baru Bupati Tasikmalaya.
Bentuk Kepedulian terhadap Pengayuh Becak Lansia
Bantuan becak listrik tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para pengayuh becak yang masih bekerja di usia lanjut.
Selain membantu meringankan aktivitas fisik, keberadaan becak listrik diharapkan dapat mendukung produktivitas penerima dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari.
Bagi para pengayuh lansia, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan untuk menunjang aktivitas bekerja. Lebih dari itu, becak listrik diharapkan dapat menjadi sarana untuk membantu mereka tetap memperoleh penghasilan dengan beban fisik yang lebih ringan.
Program ini juga mencerminkan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup meski telah memasuki usia lanjut.
220 Unit untuk Penerima di Kabupaten Tasikmalaya
Dengan total 220 unit yang disiapkan, penyaluran bantuan becak listrik ini diharapkan dapat menjangkau para pengayuh becak lansia yang menjadi sasaran program di Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memastikan proses penyaluran berlangsung tepat sasaran serta memberikan pendampingan yang memadai kepada para penerima, khususnya dalam penggunaan dan perawatan kendaraan.
Keberlanjutan pemanfaatan bantuan juga menjadi bagian penting agar becak listrik yang telah diterima benar-benar memberikan manfaat bagi penerima dalam jangka panjang.
Penyaluran 220 unit becak listrik tersebut dijadwalkan menjadi momentum bagi para pengayuh becak lansia di Kabupaten Tasikmalaya untuk mendapatkan sarana pendukung pekerjaan yang lebih sesuai dengan kondisi fisik mereka.
Melalui bantuan tersebut, para pengayuh becak lansia diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mengurangi beban fisik dalam mencari nafkah sehari-hari. (mdr)





