TASIKMALAYA, QJABAR — DPP Cakra Bhakti Negeri (CBN) kecewa setelah agenda audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang telah diajukan secara resmi tidak jadi dilaksanakan, Selasa (1/9/2026).
CBN datang ke Kompleks Kantor Bupati Tasikmalaya (GEBU) sekitar pukul 13.00 WIB sesuai jadwal audiensi. Namun, agenda tersebut tidak jadi dilaksanakan karena tidak ada pejabat yang hadir untuk menerima audiensi. CBN mengaku hanya diterima petugas keamanan dan jajaran Satpol PP.
Menurut CBN, tidak ada pemberitahuan sebelumnya mengenai batalnya audiensi. Padahal, nomor kontak telah tercantum dalam surat permohonan yang sebelumnya disampaikan kepada Pemkab Tasikmalaya.
Ketua Umum DPP Cakra Bhakti Negeri, Firman Sastra, mengatakan pihaknya datang untuk berdialog dan meminta penjelasan, bukan mencari masalah.
“Kami datang sesuai agenda yang sudah diajukan secara resmi. Kami ingin berdialog, bukan mencari masalah. Tentu kami kecewa ketika audiensinya tidak jadi,” ujar Firman.
Firman menegaskan, audiensi tersebut justru dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian dan upaya membantu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam melihat berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan daerah.
“Padahal, audiensi ini kami lakukan untuk membantu Pemkab Tasikmalaya. Kami ingin menyampaikan masukan dan hal-hal yang menjadi perhatian kami agar bisa dibahas bersama. Jadi bukan untuk menyudutkan pemerintah, apalagi mencari konflik,” katanya.
Firman memahami jika Bupati atau pejabat terkait memiliki agenda lain. Namun, menurutnya, pemberitahuan tetap diperlukan agar pihak yang mengajukan audiensi tidak datang tanpa kepastian.
“Kalau memang ada agenda lain, kami bisa memahami. Tetapi setidaknya ada pemberitahuan atau konfirmasi kepada kami,” katanya.
CBN menyatakan akan kembali mengajukan permohonan audiensi kepada Pemkab Tasikmalaya untuk meminta kepastian jadwal dan pihak yang akan menerima audiensi.
CBN juga tetap menyiapkan materi terkait sejumlah persoalan pajak daerah, termasuk Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C, yang sebelumnya akan dibahas dalam audiensi.
“Kami masih membuka ruang dialog. Kami berharap pemerintah memberikan kepastian agar persoalan yang ingin kami sampaikan bisa dibahas bersama. Pada prinsipnya, apa yang kami lakukan ini untuk kebaikan dan kepentingan Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Firman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengenai batalnya agenda audiensi tersebut.
QJABAR memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai agenda tersebut.
Reporter: AR A





