Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah digelar di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan tersebut berhasil menghimpun 94 pendonor yang memenuhi persyaratan medis dari total 114 orang yang mendaftarkan diri,” Senin (26/10/2026).
Kegiatan donor darah ini telah memasuki pelaksanaan ketiga kalinya, dengan salah satu kegiatan sebelumnya pernah diselenggarakan di Aula Desa Salawu, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Konsistensi kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Andi Taufik Ahmad ketua panitia kegiatan donor darah bersama unsur kepemudaan dan pihak terkait, termasuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Salawu, ini mendapat partisipasi dari masyarakat yang secara sukarela mendaftarkan diri sebagai pendonor.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 114 orang mendaftar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 94 orang dinyatakan memenuhi persyaratan dan berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan 20 orang lainnya belum dapat mendonor karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikoordinasikan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tasikmalaya dan Unit Transfusi Darah (UTD) Puskesmas Salawu untuk memastikan seluruh tahapan donor darah berjalan sesuai prosedur medis.
Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan calon pendonor, pengambilan darah, hingga penanganan dan penyimpanan darah sesuai ketentuan yang berlaku.
Tiga Desa Dikukuhkan sebagai Desa Siaga Donor Darah
Pada kesempatan yang sama, Kecamatan Salawu mengukuhkan tiga desa sebagai Desa Siaga Donor Darah. Ketiga desa tersebut yakni Desa Tenjowaringin, Desa Kutawaringin, dan Desa Serang.
Pengukuhan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah serta mendorong terbentuknya gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan di tingkat desa.
Melalui program tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela semakin meningkat. Dengan demikian, ketersediaan stok darah dapat terus didukung melalui keterlibatan aktif masyarakat di lingkungan masing-masing.
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya donor darah bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.
Momentum Hari Sumpah Pemuda dinilai menjadi kesempatan untuk menerjemahkan semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian generasi muda ke dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, pemuda dan pemudi, organisasi kemasyarakatan, perangkat desa, lembaga desa, serta seluruh elemen masyarakat yang memenuhi persyaratan medis untuk menjadi pendonor.
Untuk mengajak masyarakat berpartisipasi, panitia melakukan sosialisasi secara langsung, menyebarkan informasi melalui media sosial dan grup komunikasi warga, serta berkoordinasi dengan organisasi kepemudaan, pemerintah desa, lembaga desa, dan tokoh masyarakat.
Panitia juga berupaya memberikan edukasi mengenai prosedur donor darah yang aman dan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum mendonor. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memahami proses donor darah dan terdorong untuk berpartisipasi secara sukarela.
Dorong Gerakan Kemanusiaan Berkelanjutan
Selain itu kedepannya, panitia berharap kegiatan donor darah tidak hanya menjadi agenda sesaat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan sosial dan kemanusiaan di Kecamatan Salawu.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas masyarakat dan mendorong generasi muda untuk semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Pengukuhan tiga desa sebagai Desa Siaga Donor Darah juga diharapkan menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk membangun kepedulian serupa, sehingga gerakan donor darah dapat berkembang lebih luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Panitia menegaskan bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain. Melalui semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa setetes darah yang disumbangkan secara sukarela dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.
Semangat Hari Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. (Masdar).

