BerandaDaerahPMII Demo DPRD Tasikmalaya, Soroti Pinjaman Rp230 Miliar

PMII Demo DPRD Tasikmalaya, Soroti Pinjaman Rp230 Miliar

Date:

Berita Terkini

Pemkab Bandung Gelar Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Tasyakur HUT RI ke-81

KABUPATEN BANDUNG Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna mengajak...

Pajak untuk Pembangunan, KDS Ajak Wajib Pajak Makin Taat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan...

Hari Pramuka ke-65, KDS Tekankan Semangat Kekompakan dan Pengabdian

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menjadi...

Sasana Bojay Boxing Cibalong Sabet 4 Medali Emas di Boxing Pantai Pangandaran

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Sasana...
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/1/2026), memanas. Massa kecewa lantaran tak kunjung ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PMII Tasikmalaya, Mujid Tasela, menilai DPRD kerap menghindari audiensi dengan mengganti perwakilan. PMII menyoroti tiga isu utama, yakni dugaan ketidakjelasan izin jaringan fiber optik, minimnya transparansi proyek MBG, serta pinjaman daerah Rp230 miliar untuk pembangunan jalan.

Mahasiswa menilai kualitas jalan tidak sebanding dengan besarnya pinjaman yang berpotensi membebani masyarakat. PMII mengancam akan menduduki gedung DPRD jika tuntutan dialog langsung kembali diabaikan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, menegaskan pinjaman daerah tersebut tidak berbentuk uang tunai, melainkan pekerjaan infrastruktur jalan melalui kontrak dengan perusahaan di bawah BUMN dan proses lelang di tingkat pusat.

Terkait proyek fiber optik, Budi mengaku belum mengetahui detail persoalan dan akan membahasnya lebih lanjut,” katanya.

Budi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa masyarakat Tasikmalaya tidak menerima dana pinjaman dalam bentuk uang, melainkan manfaat pembangunan jalan.

“Semua proses dari pusat, kita hanya menerima hasil pembangunannya,” pungkasnya. (Masdar)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini