BerandaDaerahPMII Demo DPRD Tasikmalaya, Soroti Pinjaman Rp230 Miliar

PMII Demo DPRD Tasikmalaya, Soroti Pinjaman Rp230 Miliar

Date:

Berita Terkini

Dadang Ilyas: Pengurus PPDI Harus Solid dan Siap Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kabupaten Bandung, Qjabar – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja FPP, Dorong Penguatan Peran Pesantren

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin...

Bupati Cecep dan Wabup Asep Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan Pengurus DPC IPeKB Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Cecep Nurul Yakin menghadiri kegiatan...

Bupati Tasikmalaya Buka Training Center MTQH Jabar 2026, Targetkan Tasik Jadi Kabupaten Qur’an

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Kabupaten Tasikmalaya Dr. H....
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Puluhan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/1/2026), memanas. Massa kecewa lantaran tak kunjung ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PMII Tasikmalaya, Mujid Tasela, menilai DPRD kerap menghindari audiensi dengan mengganti perwakilan. PMII menyoroti tiga isu utama, yakni dugaan ketidakjelasan izin jaringan fiber optik, minimnya transparansi proyek MBG, serta pinjaman daerah Rp230 miliar untuk pembangunan jalan.

Mahasiswa menilai kualitas jalan tidak sebanding dengan besarnya pinjaman yang berpotensi membebani masyarakat. PMII mengancam akan menduduki gedung DPRD jika tuntutan dialog langsung kembali diabaikan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, menegaskan pinjaman daerah tersebut tidak berbentuk uang tunai, melainkan pekerjaan infrastruktur jalan melalui kontrak dengan perusahaan di bawah BUMN dan proses lelang di tingkat pusat.

Terkait proyek fiber optik, Budi mengaku belum mengetahui detail persoalan dan akan membahasnya lebih lanjut,” katanya.

Budi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa masyarakat Tasikmalaya tidak menerima dana pinjaman dalam bentuk uang, melainkan manfaat pembangunan jalan.

“Semua proses dari pusat, kita hanya menerima hasil pembangunannya,” pungkasnya. (Masdar)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini