Home / Peristiwa / Banjir Tak Biasa di Soreang, Warga Tuding Proyek SR Jadi Pemicu

Banjir Tak Biasa di Soreang, Warga Tuding Proyek SR Jadi Pemicu

Soreang Kabupaten Bandung Qjabar – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung terutama wilayah Soreang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap dan membanjiri permukiman warga di Kampung Bandawa RT 03 RW 15, Desa Soreang, Kecamatan Soreang.

Air yang datang dengan deras tidak hanya menggenangi halaman dan teras rumah, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga. Akibatnya, sejumlah perabotan rumah tangga terendam dan aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu.

Peristiwa banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi yang cukup lama. Kondisi ini membuat saluran air tidak mampu menampung debit air yang meningkat, sehingga meluber ke jalan dan masuk ke area permukiman warga, Kamis 2 April 2026.

Kepanikan sempat melanda warga, terutama saat air mulai masuk ke dalam rumah pada malam hari. Sebagian warga terpaksa berjaga dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga agar tidak rusak akibat terendam air.

Salah seorang warga yang tidak bisa disebutkan namanya mengungkapkan bahwa banjir kali ini terasa lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Ia menilai, selain disebabkan oleh tingginya curah hujan, kondisi tersebut juga diduga diperparah oleh adanya proyek SR yang sedang berlangsung di sekitar lingkungan mereka.

Baca juga : Kang DS Turun Langsung ke Lokasi Banjir Bandang, 310 Warga Terdampak

“Biasanya kalau hujan deras tidak sampai seperti ini. Tapi sekarang air cepat sekali naik dan langsung masuk ke rumah. Kami menduga ini ada pengaruh dari proyek yang sedang berjalan di dekat sini,” ujarnya.

Warga menduga proyek tersebut telah memengaruhi sistem aliran air dan drainase yang sebelumnya berfungsi dengan baik. Aktivitas proyek seperti galian tanah, penumpukan material, serta perubahan kontur lahan dinilai berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran air dan menghambat aliran normal.

Selain itu, material sisa proyek yang terbawa arus air saat hujan juga diduga memperparah kondisi dengan menyumbat selokan dan saluran drainase. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke permukaan hingga menggenangi permukiman warga.

Paska banjir, warga terlihat membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sisa genangan air. Sejumlah barang rumah tangga dilaporkan mengalami kerusakan. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material yang dialami warga diperkirakan cukup besar.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pelaksana proyek, untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan. Mereka meminta agar sistem drainase diperbaiki dan fungsi aliran air dikembalikan seperti semula agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami hanya ingin ada solusi. Kalau memang proyek ini berdampak, tolong diperbaiki drainasenya. Jangan sampai setiap hujan deras kami harus kebanjiran,” tambah warga lainnya.

Sementara itu, masyarakat juga berharap pemerintah setempat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek. Hal ini dinilai penting agar pembangunan yang berjalan tidak merugikan warga sekitar.

Langkah cepat dan tepat dinilai sangat diperlukan guna mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga pun diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan genangan.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap pelaksanaan pembangunan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

 

Reporter : Yun.s

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *