Home / Daerah / Aliansi Gerakan Muda Aktivis Walk Out dari Audiensi, Soroti Carut Marut Program MBG di Tasikmalaya

Aliansi Gerakan Muda Aktivis Walk Out dari Audiensi, Soroti Carut Marut Program MBG di Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Aliansi Gerakan Muda Aktivis Kabupaten Tasikmalaya melakukan audiensi dengan Asisten Daerah (Asda) I yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis) Kabupaten Tasikmalaya.

Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk kritik terhadap pelaksanaan program MBG yang dinilai masih carut marut di lapangan,” Senin (13/4/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemuda, mahasiswa, serta organisasi masyarakat. Dalam forum itu, para aktivis memaparkan berbagai temuan terkait pelaksanaan program, mulai dari ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, distribusi yang tidak merata, hingga dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan.

Selain itu, mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan serta persoalan perizinan yang dinilai turut menjadi penyebab tidak optimalnya pelaksanaan program.

Namun, audiensi tersebut berujung ricuh setelah perwakilan Aliansi Gerakan Muda Aktivis memutuskan walk out. Aksi tersebut dilakukan karena pihak yang dianggap memiliki peran penting dalam program, yakni Koordinator Wilayah SPPI dan perwakilan BGN, tidak hadir dalam pertemuan.

Koordinator Aliansi, Iskandar, menegaskan bahwa keputusan walk out diambil sebagai bentuk protes terhadap ketidaksiapan Satgas MBG dalam menghadirkan pihak-pihak yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait program tersebut.

“Kami memilih walk out karena Satgas Kabupaten Tasikmalaya tidak bisa menghadirkan Koordinator SPPI dan pihak BGN yang jelas memiliki tupoksi dalam program ini,” tegas Iskandar.

Hal senada disampaikan oleh Andri Pele, perwakilan aliansi, yang mengaku kecewa dengan ketidakhadiran sejumlah pihak penting dalam audiensi tersebut.

“Kami kecewa karena banyak yang tidak hadir, padahal itu bagian dari tupoksinya. Maka dari itu kami memilih walk out. Ke depan, kami berencana melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran,” ujarnya.

Andri menambahkan, audiensi ini merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kebijakan publik, khususnya yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah konkret guna memperbaiki pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tasikmalaya. (day)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *