Kabupaten Bandung, Qjabar – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengakibatkan terjadinya longsor di Desa Lamajang pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan akses jalan penghubung antara Desa Lamajang dan Desa Mekarwangi terputus total akibat material longsoran yang menutupi badan jalan, Jumat 1 Mei 2026.
Longsor terjadi di area tebing yang berada di pinggir jalan desa. Diduga, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya ambrol dan menimpa jalan utama yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Baca juga : KDS: Menteri PU Siap Gelontorkan Anggaran Rp220 Miliar untuk Tangani Banjir di Kabupaten Bandung
Selain menutup akses jalan, longsoran juga menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut ambruk.
Material berupa tanah, batu, serta puing-puing TPT memenuhi badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas masyarakat di dua desa menjadi terganggu. Warga yang hendak bekerja, bersekolah, maupun melakukan aktivitas ekonomi terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit dilalui.
Sejumlah warga bersama aparat desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara dengan membersihkan sebagian material longsor secara manual. Namun, besarnya volume tanah dan bebatuan membuat proses evakuasi terkendala karena membutuhkan alat berat.
Salah seorang warga mengatakan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun material longsor.
“Kejadiannya sangat cepat, tanah langsung turun menutup jalan.
Alhamdulillah tidak ada korban, tapi akses jalan jadi lumpuh total,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penanganan cepat, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Desa Lamajang dengan Desa Mekarwangi serta digunakan warga untuk kegiatan sehari-hari.
Warga juga meminta adanya langkah antisipasi jangka panjang, seperti penguatan tebing dan perbaikan drainase di kawasan rawan longsor agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama saat musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan masih tertutup material longsor dan warga masih menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.
Reporter : Yun.s




