BerandaDaerahBupati Cecep dan Wabup Asep Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Tasikmalaya

Bupati Cecep dan Wabup Asep Hadiri Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Tasikmalaya

Date:

Berita Terkini

KDS Dorong Bandung Bedas Run Jadi Penggerak Sport Tourism Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung Qjabar - Bandung Bedas Run 2026 makin...

Ali Syakieb: Cegah Begal, Bersihkan Miras dan Obat-obatan di Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung Qjabar - Sebanyak 350 personel gabungan TNI,...

Bupati Cecep Dorong Peran BKC dalam Bentuk Karakter Generasi Muda

Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin...

Bupati Cecep Buka BKC Bupati Cup 2, 400 Karateka dari 20 Dojo Siap Bertanding

Tasikmalaya, QJabar – Kejuaraan Antar Dojo Bandung Karate Club...

Ketua KNPI PK Soreang Alvio Gustaf Nugraha Siapkan Strategi Satukan Pemuda dan Tekan Pengangguran

Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia...
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui pelaksanaan Kirab Budaya Tatar Sunda ke-3 bertajuk “Nyukcruk Galur Galunggung” yang digelar di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Senin malam (04/05/2026).

Kegiatan budaya yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, serta sejumlah tokoh penting dari tingkat provinsi maupun daerah.

Suasana penuh penghormatan terasa saat pusaka leluhur Mahkota Binokasih tiba dan disambut secara adat oleh para tokoh budaya, pemerintah daerah, serta masyarakat yang hadir. Pusaka tersebut menjadi simbol kebesaran sejarah dan kejayaan peradaban Sunda yang diwariskan secara turun-temurun.

Kirab Budaya Tatar Sunda ke-3 ini tidak hanya menjadi seremoni budaya semata, namun juga bagian dari upaya menelusuri kembali jejak sejarah Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Gunung Galunggung sebagai salah satu pusat peradaban dan perkembangan budaya Sunda di masa lampau.

Nilai-nilai luhur yang lahir dari kawasan Galunggung dinilai masih relevan hingga saat ini dan menjadi pondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, serta menjunjung tinggi adat dan budaya daerah.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, unsur Forkopimda, budayawan, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman modern.

Kirab budaya berlangsung meriah dengan nuansa adat Sunda yang kental. Berbagai unsur tradisi ditampilkan dalam prosesi kirab, mulai dari pengawalan pusaka, penampilan seni budaya, hingga prosesi penghormatan terhadap simbol-simbol sejarah Sunda.

Momentum ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal akar sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Pemerintah daerah berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah.

Melalui Kirab Budaya Tatar Sunda ke-3 “Nyukcruk Galur Galunggung”, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal.

Dengan kembali dihidupkannya jejak sejarah yang berakar dari kawasan Gunung Galunggung, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga semangat persatuan, menghormati warisan leluhur, serta menjadikan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. (Masdar)

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini