KABUPATEN BANDUNG, Qjabar – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan langsung fasilitas dapur yang akan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesempatan tersebut, Ali Syakieb mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas yang dimiliki SPPG Margahayu. Menurutnya, dapur tersebut merupakan salah satu dapur terbaik yang telah diresmikan di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah hari ini kita baru saja melakukan peresmian dapur SPPG di Margahayu Selatan. Setelah melihat langsung fasilitas yang ada, saya bisa mengatakan ini salah satu dapur yang sangat baik. Dari tata letak bangunan, luas lahan, hingga spesifikasi yang digunakan semuanya sangat luar biasa,” ujar Ali Syakieb.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap penerapan teknologi keamanan yang tersedia di dapur tersebut. Salah satunya adalah alat pendeteksi kebocoran gas yang dapat secara otomatis memutus aliran gas apabila terjadi kebocoran.
“Ini menjadi inovasi yang sangat baik. Ada alat pendeteksi kebocoran gas yang dapat langsung melakukan cut off secara otomatis. Teknologi seperti ini bisa menjadi contoh bagi dapur-dapur SPPG lainnya untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan keamanan operasional,” katanya.
Ali Syakieb menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan terus memperkuat koordinasi dan komunikasi agar program berjalan optimal.
Menurutnya, Kabupaten Bandung saat ini memiliki potensi besar dalam mendukung keberhasilan program tersebut dengan rencana sekitar 545 titik dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah.
“Saya berharap seluruh mitra, kepala SPPG, koordinator kecamatan, dan koordinator wilayah terus berkomunikasi dan bersinergi untuk memaksimalkan program ini. Jika masih ada kekurangan, itu menjadi tugas kita bersama untuk terus melakukan perbaikan demi keberhasilan program ke depan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ali Syakieb menegaskan bahwa salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bandung adalah angka stunting. Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bandung, dirinya optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya penurunan stunting.
Baca juga : MENTERI LH APRESIASI GERAKAN PENGHIJAUAN KDS BERSAMA BURUH KABUPATEN BANDUNG
“Saya memiliki keyakinan bahwa keberadaan program MBG ini akan memberikan pengaruh besar terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung. Namun perlu dipahami bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada anak atau ibu hamil saja,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi tingginya angka stunting, di antaranya pola asuh anak yang kurang tepat serta praktik pernikahan usia dini yang masih terjadi di beberapa wilayah.
“Faktor pola asuh dan pernikahan dini menjadi dua hal yang harus kita perhatikan bersama. Jika faktor-faktor tersebut dapat ditekan, maka upaya penurunan stunting akan semakin efektif,” katanya.
Ali Syakieb juga menyampaikan optimismenya terhadap hasil survei stunting yang akan dilakukan pada bulan Juni mendatang. Ia berharap berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bandung, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, mampu menunjukkan hasil positif berupa penurunan angka stunting.
“Insya Allah dengan berbagai upaya yang dilakukan, termasuk hadirnya Program Makan Bergizi Gratis, Kabupaten Bandung akan mengalami penurunan angka stunting. Kita semua tentu berharap hasil survei ke depan menunjukkan perkembangan yang semakin baik,” pungkasnya.
Peresmian SPPG Margahayu Selatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat upaya menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter : Yun.s





