KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan komitmennya memperkuat program guru ngaji sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlakul karimah.
Hal itu disampaikan KDS saat menghadiri Bimbingan Teknis (BIMTEK) Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Kabupaten Bandung, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 200 peserta setiap harinya.
KDS mengatakan, BIMTEK penting untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyamakan pemahaman dan metode pengajaran para guru ngaji agar pembinaan keagamaan berjalan lebih terarah.
“Dengan hari ini ada BIMTEK, adalah salah satu upaya bagaimana punten Bapak/Ibu selaku pengajar, walaupun sudah bisa, walaupun sudah paham, tapi yuk kita samakan, kita seragamkan, sehingga tujuan untuk mencetak kader-kader anak bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah, ini terwujud,” kata KDS.
Baca juga : Pemkab Bandung Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, KDS Tekankan Pengawasan dan Integritas
Menurutnya, program guru ngaji yang menyasar sekitar 16.000 pengajar merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah terhadap peran mereka dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di masyarakat.
“Program guru ngaji itu program politik dan program janji politik yang saya sampaikan dan laksanakan setelah terpilih menjadi Bupati Bandung,” ujarnya.
KDS menegaskan, pendidikan agama tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan moral, karakter, dan akhlak generasi muda.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan bersama PGNI dan para narasumber mengevaluasi pelaksanaan program, termasuk menyusun skema dan silabus pembelajaran yang lebih jelas dan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
KDS juga mendorong keterlibatan guru ngaji dalam pembelajaran keagamaan melalui muatan lokal di sekolah, dengan tetap menjalankan aktivitas mengaji di masjid, madrasah maupun lingkungan masyarakat.
Menanggapi hasil survei yang menunjukkan capaian program sekitar 23 persen, KDS meminta agar hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama.
“Ini masalah yang harus kita luruskan bersama. Nanti akan didiskusikan dan disampaikan bagaimana skemanya,” katanya.
Di sisi kesejahteraan, KDS memastikan insentif guru ngaji tetap dilanjutkan hingga akhir masa jabatannya pada 2028. Ia juga menegaskan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru ngaji tetap menjadi prioritas.
“Saya tetap komit. Saya minta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi mana yang belum mendapatkan hak BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” tegasnya.
KDS berharap program guru ngaji terus diperkuat melalui sinergi Pemkab Bandung, PGNI, Dinas Pendidikan, ulama, tokoh agama, dan para pengajar. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari insentif, tetapi dari dampaknya dalam membentuk generasi Kabupaten Bandung yang berilmu, berkarakter, bermoral, dan berakhlakul karimah.
Ia juga berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin Kabupaten Bandung berikutnya karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
“Abdi atas nama orang tua se-Kabupaten Bandung, nitip ka guru ngaji pangajarkeun ngaji ka budak-budak aya di Kabupaten Bandung (Saya atas nama orang tua se-Kabupaten Bandung, titip ke guru ngaji untuk tolong mengajar ngaji ke anak-anak yang ada di Kabupaten Bandung),” tutur KDS.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)
Reporter : Yun.s





