Kabupaten Tasikmalaya, QJabar — Mochammad Arief Arseha resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2030.
Arief ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya yang berlangsung di Hotel Alhambra, Sabtu (19/9/2026).
Dukungan terhadap Arief disebut datang dari Pengurus Kecamatan (PK) dan unsur Hasta Karya. Proses pemilihan kemudian berakhir dengan penetapan Arief secara aklamasi.
Arief yang saat ini merupakan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya menggantikan Erry Purwanto yang sebelumnya memimpin DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode, 2015–2025.
Musda XI turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin, jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Barat, anggota Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat, serta pengurus dan kader Golkar Kabupaten Tasikmalaya.
Pesan Pertama Arief: Tak Ada Lagi Kelompok
Usai ditetapkan sebagai ketua, Arief langsung menyerukan agar seluruh kader mengakhiri sekat-sekat akibat dinamika Musda.
“Tidak ada lagi kelompok ini atau kelompok itu. Tidak ada lagi pendukung si A atau si B. Yang ada hanya satu nama, satu panji, dan satu tujuan: Partai GOLKAR Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Arief.
Ia meminta seluruh kader segera kembali merapatkan barisan dan turun ke masyarakat.
“Energi kita terlalu berharga jika dihabiskan untuk dinamika internal. Mari kita turun ke desa-desa, dengarkan persoalan rakyat dan berikan solusi nyata,” katanya.
Empat Agenda Perubahan
Arief menyampaikan empat agenda utama yang akan menjadi arah kepemimpinannya.
Pertama, modernisasi dan transformasi organisasi dengan memanfaatkan teknologi serta pendekatan berbasis data.
Kedua, mempercepat kaderisasi dengan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda dan kalangan profesional.
Ketiga, memperkuat kehadiran Golkar dalam persoalan ekonomi masyarakat, khususnya petani, pedagang pasar, pelaku UMKM dan pekerja sektor informal.
“GOLKAR harus hadir di pasar-pasar tradisional, di sawah-sawah petani, di bengkel-bengkel kecil dan di pusat-pusat UMKM,” ujarnya.
Keempat, membangun sinergi ulama dan umara dengan tetap mempertahankan karakter religius serta budaya masyarakat Tasikmalaya.
Arief menegaskan kepemimpinan di partai merupakan amanah. Ia menyatakan orientasi utama organisasi harus diarahkan pada kerja dan kontribusi bagi masyarakat.
“Kita tidak sedang mengejar kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri. Kita sedang merebut momentum untuk membawa Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah yang mandiri, maju dan sejahtera,” katanya.
Dengan berakhirnya Musda XI, Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki fase kepemimpinan baru di bawah Mochammad Arief Arseha, dengan agenda awal konsolidasi internal, penguatan kaderisasi dan peningkatan kerja organisasi di tengah masyarakat. Angin perubahan telah bertiup, dan tidak ada kata mundur untuk kejayaan GOLKAR,” pungkas Arief. (day)


