Bandung, Qjabar — Sore itu, suasana di Gedung Dakwah Yayasan Hajatan Toyyibah Bandung terasa berbeda. Karpet tergelar rapi, para dai duduk melingkar, berbincang hangat sambil menanti adzan Maghrib. Di wajah-wajah mereka terpancar semangat yang sama: menguatkan dakwah, menyatukan langkah, Selasa 3 Maret 2026.
Sebanyak 50 peserta dari unsur DPD Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, dan Kota Bandung hadir dalam kegiatan *Saresehan Dakwah dan Silaturahmi Dai Jawa Barat* yang digelar oleh Krops Muballigh Hidayatullah (KMH) Jawa Barat bersinergi bersama BMH Jawa Barat. Kegiatan ini juga mencakup wilayah Bandung Raya hingga Garut.

Acara ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia menjadi ruang temu gagasan, penguatan visi, sekaligus konsolidasi gerakan dakwah perkotaan yang semakin dinamis.
Turut hadir Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Endang Abdul Rohman dan Ustadz Anton. Kehadiran para senior dakwah ini menjadi suntikan ruhiyah sekaligus pengarah langkah generasi penerus.
Baca juga : Endang Kusnadi Resmi Pimpin SMSI Kabupaten Tasikmalaya Periode 2025–2028
Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Ahmad Maghfur, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menghadirkan Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Barat sebagai sentral kegiatan dan pusat konsolidasi dakwah wilayah.
“Gedung dakwah bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol keseriusan kita membangun peradaban,” pesannya penuh keyakinan.
Semangat itu disambut hangat oleh Ketua Departemen Dakwah Jawa Barat, Ustadz Asep Juhana. Ia menyampaikan optimisme terhadap lahirnya model dakwah perkotaan yang inspiratif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Suasana diskusi semakin hidup ketika Sekretaris Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Andi Ahmad Suhendra, memandu jalannya saresehan. Dengan tegas namun menyejukkan, beliau menekankan pentingnya pembentukan panitia dan soliditas gerakan dalam satu komando.
“Dakwah butuh sistem. Butuh barisan yang rapi dan taat pada keputusan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Anton dari DMW Jawa Barat mengingatkan bahwa seorang dai harus memiliki tiga kekuatan utama: spiritual, fisik, dan finansial. Dai tidak hanya berdiri di mimbar, tetapi juga harus mandiri dan memberi dampak nyata.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua BMH Perwakilan Jawa Barat, Ustadz Marsono, yang menegaskan komitmen BMH dalam membersamai gerakan dakwah di Jawa Barat. Hadir pula unsur Pemuda Hidayatullah Jawa Barat, LAH, POS Dai, serta tamu undangan lainnya yang semakin menguatkan sinergi lintas elemen.
Menjelang berbuka puasa, suasana semakin hangat. Tak hanya diskusi dan gagasan yang dibagikan, tetapi juga kebersamaan yang menguatkan ukhuwah. Di akhir kegiatan, BMH kembali menghadirkan senyum lebar bagi para dai melalui dukungan buka puasa dan bingkisan dai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka di medan dakwah.
Saresehan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar menuju dakwah yang lebih terstruktur, kuat, dan berdampak di Jawa Barat.
Dari Bandung Raya, semangat itu kini menyebar menguatkan barisan, menyatukan visi, dan meneguhkan komitmen membangun peradaban melalui dakwah.
Reporter : A Juhana
Reporter: Affan Fallas









