DPRD Mengabdi di Tamansari, Pendidikan dan Aspirasi Masyarakat Jadi Bahasan

0
2

TASIKMALAYA, QJABAR — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Arip Rachman, S.E., M.M., menggelar agenda “Kegiatan DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” di MISS Al Hakim, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri siswa, para pendidik, dan masyarakat. Selain menjadi sarana edukasi mengenai kebangsaan dan demokrasi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dalam pemaparannya, H. Arip Rachman menyampaikan pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini. Menurutnya, masyarakat perlu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sekaligus memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat dan mengawasi jalannya kebijakan pemerintah.

Ia juga menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang menjalankan fungsi check and balances terhadap kebijakan pemerintah.

“Sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan berkomitmen untuk bersikap objektif. Kita mendukung program yang pro-rakyat, namun pemerintah juga harus mau dikritik dan dievaluasi. Pendidikan dan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang harus menjadi perhatian dan tidak boleh diabaikan,” tegas legislator DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan (Dapil) XV, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, tersebut.

Suasana dialog berlangsung dinamis ketika peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan. Salah satunya terkait persoalan defisit anggaran yang dihadapi sejumlah daerah, termasuk Kota Tasikmalaya. Peserta mempertanyakan perubahan dan penyesuaian alokasi anggaran serta dampaknya terhadap kemampuan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan publik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Peserta menyampaikan pertanyaan mengenai pelaksanaan program, termasuk kualitas menu yang dinilai belum sesuai harapan. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai efektivitas program serta bagaimana memastikan kebijakan pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertanyaan peserta juga berkaitan dengan kondisi anggaran dan prioritas pembiayaan. Dalam kondisi fiskal yang terbatas, kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan dinilai perlu tetap menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Pendidikan politik yang sejati adalah keberanian untuk kritis mengawal anggaran. Jangan sampai keterbatasan anggaran kemudian berdampak pada operasional sekolah, sarana dan prasarana pendidikan, maupun layanan kesehatan masyarakat di daerah. Peran penyeimbang ini kami ambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi perhatian,” lanjut H. Arip.

Ia menegaskan bahwa pendidikan harus tetap menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan masa depan generasi bangsa.

“Pendidikan harus diutamakan karena ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Jangan sampai karena keterbatasan anggaran, sektor pendidikan justru dikorbankan,” ujarnya.

Aspirasi mengenai pendidikan juga disampaikan Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tamansari, Sri Mulyati. Ia menyoroti persoalan Program Indonesia Pintar (KIP) yang belum cair bagi sejumlah siswa.

Menurut Sri Mulyati, bantuan KIP sangat dibutuhkan, khususnya oleh keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak.

“Kami berharap persoalan KIP yang belum cair ini mendapat perhatian dan ada solusi. Jangan sampai siswa yang memang membutuhkan dan memenuhi persyaratan justru tidak menerima bantuan,” ujar Sri Mulyati.

Selain persoalan KIP, aspirasi masyarakat juga menyentuh kebutuhan peningkatan sarana pendidikan serta layanan kesehatan di wilayah Tamansari. Berbagai masukan tersebut menjadi bagian dari dialog antara masyarakat dengan anggota legislatif dalam kegiatan DPRD Mengabdi.

Forum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui keberanian masyarakat untuk bertanya, menyampaikan kritik, dan mengutarakan aspirasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Kegiatan “DPRD Mengabdi” berlangsung komunikatif melalui dialog bersama siswa, para pendidik, dan masyarakat. Agenda tersebut kemudian ditutup dengan pemberian motivasi kepada siswa-siswi MISS Al Hakim Tasikmalaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini