GBK Bedas Digital, Kang DS Berencana Setiap Tahun Menyediakan 10.000 Lapangan Kerja

KAB. BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna Launching Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di Mall Pelayanan Publik (MPP) Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (8/1/2026).

Bupati Bandung berharap launching GBK Bedas Digital ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
GBK Bedas Digital ini diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung.

Launching GBK Bedas Digital ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI Sigit Aryprasetyo, perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat Hendra Kusuma Sumantri, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara beserta jajaran, sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah, para camat, perwakilan dunia usaha dan industri, Forum HRD, Apindo, Lembaga Pelatihan Kerja, para ketua serikat pekerja/serikat buruh, dan pihak lainnya. Sejumlah pihak turut mengikuti kegiatan launching GBK Bedas Digital ini melalui zoom.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa launching GBK Bedas Digital ini salah satu solusi untuk mengatasi dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

“Gerai Bursa Kerja Bedas Digital ini adalah jawaban untuk mengurangi angka pengangguran,” kata Bupati Bandung dalam sambutannya.

Baca juga : Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Beri Penghargaan pada Tenaga Kesehatan Berprestasi di HKN ke-61

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, mengatakan, Pemkab Bandung berencana setiap tahun itu menyediakan 10.000 lapangan pekerjaan.

“Tapi realisasi tahun 2025 kemarin, Pemkab Bandung insya Allah sudah lebih dari 20.000 menyediakan lapangan pekerjaan. Itu berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik),” katanya.

Menurutnya, hal itu berdasarkan hasil kinerja dan program-program yang digelar, mulai dari Job Fair dan sebagainya sehingga akumulasinya kurang lebih mencapai 20.000 lapangan kerja.

“Sementara angka pengangguran kita di angka 6,2 persen dari usia produktif di angka 1,8 juta jiwa atau kurang lebih diangka 230.000 orang. Sehingga kami punya rencana per tahun 10.000 lapangan pekerjaan,” ucapnya.

Dikatakan Kang DS, kalau 230.000 orang angka pengangguran ini ditangani melalui program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sehingga bisa mempercepat pengurangan angka pengangguran.

“Saya meyakini angka pengangguran itu setiap tahunnya tidak nol. Karena usia produktif masih banyak yang malas dan tidak ingin bekerja. Setiap tahun lulusan sekolah yang menjadi penambah angka pengangguran. Yang namanya pengangguran itu tidak akan habis,” ungkapnya.

Kang DS pun berharap kedepan yang diundang dan dihadirkan dalam kegiatan ini tidak hanya dari para pelaku usaha industri, dari pelaku usaha pertanian juga bisa dihadirkan.

Baca juga : Hore! 42.900 Petani di Kabupaten Bandung Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

“Jangan selalu ingin bekerja di pabrik. Tapi bagaimana kita bisa menjadi pengusaha atau pelaku usaha, karena dengan jadi pengusaha bisa membuka lapangan kerja atau memberikan kesempatan kerja,” katanya.

Lebih lanjut Kang DS mengatakan GBK Bedas Digital ini adalah jawaban untuk penanganan atau mengatasi angka pengangguran di Kabupaten Bandung. Ada lima hal yang harus dipersiapkan, di antaranya pertama Kang DS mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi.

“Semua sudah serba digital,” katanya.

Kedua, harus mempersiapkan big data, di antaranya mempersiapkan pelatihan untuk manggang dan sebagainya.

“Big data ini sudah mulai terjawab,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan GBK Bedas Digital ini sementara akan dilaksanakan di 8 kecamatan dulu karena berkaitan dengan APBD 2026.

“Tapi saya berharap bila perlu di 31 kecamatan kita buka GBK Bedas Digital. Sehingga masyarakat di masing-masing kecamatan untuk pencari kerja tidak usaha repot-repot tinggal datang ke kecamatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara mengatakan transformasi digital layanan ketenagakerjaan merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab dinamika pasar kerja yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

“Kabupaten Bandung memiliki potensi tenaga kerja yang besar, namun masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan akses informasi lowongan kerja. Proses rekrutmen yang belum sepenuhnya terintegrasi, serta belum optimalnya pemanfaatan data pasar kerja sebagai dasar perencanaan ketenagakerjaan daerah,” tutur Dadang Komara.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, kata Dadang Komara, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung mengembangkan GBK Bedas Digital sebagai layanan ketenagakerjaan terpadu berbasis wilayah dan teknologi digital.

“GBK Bedas Digital dirancang sebagai one stop digital employment corner yang mengintegrasikan layanan pencarian kerja, dunia usaha dan industri, lembaga pelatihan kerja, serta pemerintah daerah dalam satu ekosistem layanan yang inklusif, adaptif, dan berbasis data,” ujarnya.

Dadang Komara mengatakan pelaksanaan launching GBK Bedas Digital menjadi penanda resmi dimulainya operasional layanan, sekaligus sarana sosialisasi kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat di MPP Soreang dan secara serentak di 8 kecamatan wilayah pembangunan, sebagai tahap awal implementasi layanan berbasis wilayah.

Dinas Ketenagakerjaan juga telah melakukan uji coba dan sosialisasi pemanfaatan aplikasi dashnaker+ sebagai sistem utama layanan dan data ketenagakerjaan daerah.

Berdasarkan hasil pengelolaan data informasi pasar kerja dan kegiatan rekrutmen, lanjut Dadang Komara, GBK Bedas Digital memiliki potensi yang signifikan, dengan keterlibatan ratusan perusahaan mitra, ribuan lowongan kerja yang tersedia, serta puluhan ribu pencari kerja yang terdaftar.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa GBK Bedas Digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana layanan, GBK Bedas Digital telah menunjukkan capaian dan potensi yang signifikan, antara lain keterlibatan sekitar 300 perusahaan mitra, ketersediaan lebih dari 4.500 posisi kerja, serta terdaftarnya sekitar 15.000 pencari kerja,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, layanan ini berpotensi menjangkau lebih dari 5.000 peserta job fair dan pelatihan kerja per tahun, dengan cakupan wilayah layanan di 31 kecamatan dan tahun ini fokus ke 8 kecamatan (Banjaran, Katapang, Dayeuhkolot, Baleendah, Majalaya, Solokanjeruk, Rancaekek, Cileunyi)

“Untuk capaian tersebut menegaskan GBK Bedas Digital sebagai instrumen strategis penyedia data pasar kerja yang valid dan real,” ucapnya.

Dadang Komara mengatakan dengan menggelar kegiatan GBK Bedas Digital tahun 2026 ini, dengan peluang kerja 43.950 lowongan pekerjaan bagi lulusan SMP, SMA, SMK dan lulusan Perguruan Tinggi. Saat ini, diikuti 15 perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan.

“Keberhasilan GBK Bedas Digital ditentukan oleh sinergi berkelanjutan antara Dinas Ketenagakerjaan dan pemerintah kecamatan, melalui pengembangan pojok digital ketenagakerjaan di kecamatan,” katanya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan berharap layanan GBK Bedas Digital diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, mudah diakses, dan mampu menjangkau pencari kerja hingga tingkat wilayah.

“Sejalan dengan arahan Bapak Bupati Bandung, Dinas Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah, mengoptimalkan pemanfaatan dashnaker+, memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan lembaga pelatihan, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan dan dampak nyata layanan ini,” pungkasnya.

 

Reporter : Yun.s

 

 

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Gowes Ngabret Ciber, Komunitas Pecinta Sepeda yang Aktif Bangun Kebersamaan dan Jalin Silaturahmi

Kabupaten Bandung Qjabar – Kecintaan terhadap olahraga bersepeda menjadi...

Santri Binaan BMH Kafilah Cirebon Raih Juara Umum di Arena ISCH Wilayah Jawa Barat 2026

CIREBON Qjabar  – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri binaan...

BMH Dukung acara Halaqah Kubro dan Islamic Scout Camp Hidayatullah Jawa Barat 2026

SUMEDANG Qjabar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Barat...

Grup Gambus Al-Basith Meriahkan Penutupan MTQ ke-48 Tingkat Kabupaten Bandung dengan Lantunan Lagu Religi

Kabupaten Bandung Qjabar – Grup Gambus Al-Basith turut memeriahkan...

Pemdes Kopo Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan Desa, Perkuat Pelayanan Publik dan Sinergi BPD

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Desa Kopo terus berupaya...

Camat Kutawaringin: Tingkatkan Kapasitas Lembaga Desa, Program APDD Tahap II Digelar di Desa Kopo Kutawaringin

Kabupaten Bandung Qjabar – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata...

Halaqah Kubro Hidayatullah Jawa Barat Satukan Langkah dan Kuatkan Ukhuwah

Sumedang, Jawa Barat Qjabar — Halaqah Kubro Hidayatullah se-Jawa...

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi