Kabupaten Bandung, Qjabar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, pada Senin (4/5/2026) siang mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik di Desa Sukamulya.
Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan pergerakan tanah dan longsoran yang berdampak pada permukiman warga serta akses jalan lingkungan.
Berdasarkan laporan hasil pemantauan di lapangan, bencana longsor terjadi sekitar pukul 14.14 WIB dan melanda beberapa wilayah kampung di Desa Sukamulya, di antaranya Kampung Sawah Legok, Kampung Pasir Nangka, Kampung Pasir Manyar, Kampung Puncak Mulya, dan Kampung Sindang Mulya.
Kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung cukup lama diduga menjadi penyebab utama terjadinya longsor. Hujan deras yang turun secara terus-menerus membuat struktur tanah menjadi labil hingga akhirnya mengalami pergeseran dan longsor di sejumlah titik.
Akibat kejadian tersebut, beberapa rumah warga dilaporkan terdampak material longsoran. Selain itu, akses jalan menuju rumah warga di sejumlah lokasi juga tertutup material tanah dan bebatuan sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
“Longsor terjadi hampir di setiap RW di wilayah Desa Sukamulya. Material tanah menutup akses jalan warga dan beberapa titik mengalami kerusakan cukup parah,” ujar petugas di lapangan saat melakukan pemantauan lokasi kejadian.
Hingga saat ini, jumlah pasti rumah terdampak maupun warga yang terancam masih dalam proses pendataan oleh masing-masing Ketua RW bersama aparat desa.
Baca juga : Wujudkan TPU Asri dan Teduh, Disperkimtan Kabupaten Bandung Tanam Pohon di Sejumlah Lokasi
Pemerintah setempat menyebut inventarisasi kerusakan dan data korban masih terus dilakukan, sementara laporan resmi secara tertulis akan segera disampaikan setelah pendataan selesai.
Meski demikian, berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Namun masyarakat diimbau tetap waspada mengingat kondisi tanah di beberapa lokasi masih labil dan cuaca hujan masih berpotensi terjadi.
Pasca kejadian, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Kutawaringin bersama anggota Satpol PP dan Satlinmas langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pemantauan kondisi di lapangan. Petugas juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Sukamulya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung guna percepatan penanganan bencana.
Petugas gabungan saat ini fokus melakukan pengecekan titik longsor serta membuka akses jalan yang tertutup material tanah agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Warga sekitar juga terlihat bergotong royong membantu membersihkan material longsoran menggunakan peralatan seadanya.
Dalam laporan sementara, sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana antara lain alat kebersihan, makanan dan minuman instan, terpal, karung, cangkul, serta sekop untuk membantu proses pembersihan dan penanganan longsor.
Sementara itu, kondisi terkini di lokasi bencana menunjukkan sejumlah akses jalan lingkungan masih terputus akibat gerusan tanah longsor. Aktivitas masyarakat pun terganggu karena sebagian jalur yang biasa digunakan warga belum dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Untuk kerugian materiil, hingga kini belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung di setiap wilayah terdampak. Namun diperkirakan kerusakan tidak hanya berdampak pada akses jalan, melainkan juga lingkungan permukiman warga yang berada di sekitar titik longsor.
Pemerintah dan petugas terkait mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi retakan tanah maupun tanda-tanda longsor susulan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Reporter : Yun.s




